HARIAN JABAR – Guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, jajaran kementerian terkait bersama lembaga investasi baru, Danantara, dilaporkan mulai mematangkan arsitektur regulasi pada akhir pekan ini, Sabtu (16/5/2026).
Fokus utama pertemuan ini adalah merumuskan bagaimana sektor swasta, termasuk para pengusaha muda, bisa masuk ke dalam proyek strategis nasional tanpa terhambat birokrasi modal.
Menekan ICOR Jadi Target Utama
Salah satu poin politik kebijakan yang paling ditekankan adalah komitmen pemerintah untuk menurunkan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) nasional melalui digitalisasi sistem pertanahan dan perizinan. Langkah ini diambil untuk memastikan investasi internasional yang masuk melalui Danantara bisa langsung terserap ke sektor riil dengan efisien.
Langkah akselerasi ini disambut baik oleh kalangan dunia usaha, yang berharap regulasi turunan dari skema baru ini bisa segera terbit sebelum kuartal ketiga tahun ini agar iklim investasi tetap kondusif di tengah defisit anggaran yang sedang berjalan.
