HARIAN JABAR, BANDUNG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) 2026 di SMAN 5 Bandung mendapat sorotan dari sejumlah orangtua calon peserta didik. Keluhan muncul setelah adanya perubahan skor yang membuat sebagian pendaftar bergeser dari posisi kuota penerimaan.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu pertanyaan terkait proses seleksi yang berlangsung. Menanggapi hal itu, Koordinator PPID sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini secara umum berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Menurut Dadan, proses seleksi relatif aman dan lancar meski masih ditemukan sejumlah kendala teknis selama tahapan verifikasi administrasi. Salah satu persoalan yang cukup banyak ditemui adalah berkas pendaftaran yang belum memenuhi persyaratan sehingga harus dikembalikan kepada calon peserta didik untuk diperbaiki.”
“Dari lebih dari 1.500 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, tercatat lebih dari 300 berkas harus dikembalikan karena dokumen yang diunggah belum lengkap atau belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Proses perbaikan dokumen tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sebagian pendaftar dapat segera melengkapi persyaratan, namun ada pula yang terlambat melakukan perbaikan atau kembali mengunggah dokumen yang masih belum sesuai.
Selain itu, pihak sekolah juga menghadapi keterbatasan fitur pada aplikasi SPMB yang digunakan selama proses verifikasi berlangsung. Pada tahap awal seleksi, sistem belum menyediakan fitur penolakan berkas sehingga sekolah hanya dapat mengembalikan dokumen untuk diperbaiki.
“Dalam sejumlah kasus, perubahan dokumen yang diunggah ulang justru memunculkan pertanyaan baru saat proses pemeriksaan berlangsung. Kondisi tersebut dinilai membuat proses verifikasi menjadi lebih kompleks bagi tim pelaksana.”
“Dadan menjelaskan bahwa fitur untuk menyatakan berkas tidak lolos verifikasi baru tersedia menjelang akhir tahapan seleksi. Di sisi lain, sistem juga sempat menampilkan informasi yang membingungkan sebagian peserta, termasuk munculnya status yang tidak sesuai dengan kondisi pendaftaran.”
Meski menghadapi beberapa kendala teknis, pihak SMAN 5 Bandung memastikan seluruh proses seleksi tetap berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan terus dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada pelaksanaan SPMB berikutnya.
