HARIAN JABAR, KOTA BEKASI – Ketua PGRI Kota Bekasi, H. Supyanto, meminta kepada para tenaga pendidik agar membentengi diri siswa terkait bahaya LGBT.
Secara tegas dirinya mengatakan, agar pengaruh LGBT di tingkat pelajar sekolah di Kota Bekasi bisa terus ditekan, ada peranan besar para tenaga pendidik untuk terus memberikan edukasi kepada anak didiknya terkait bahaya LGBT tersebut.
“Edukasi yang diberikan oleh para tenaga pendidik akan memberikan pengetahuan terkait LGBT-nya. Jadi, harus masif,” tegas H. Supyanto, Senin (24/8/2026).
Selain memberikan edukasi, pemahaman akan agama terhadap siswa juga memiliki peranan penting sebagai benteng bagi mereka.
“Pemahaman agama juga diperkuat agar siswa memiliki benteng yang kokoh dan tidak terpengaruh,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan dirinya menggaungkan hal tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi sebuah kasus dikemudian hari, sehingga juga menuntut kejelian tenaga pendidik dalam hal melihat perkembangan karakteristik anak didiknya di sekolah.
“Jangan pencegahan dilakukan ketika ada kasus sudah terjadi. Alangkah bijaknya bisa dicegah sedini mungkin, dan yang terpenting adalah pengawasan yang ketat,” paparnya.
Selain kepada para tenaga pendidik, dirinya juga mengingatkan bahaya LGBT kepada seluruh jajaran dan anggota PGRI Kota Bekasi.
“Bukan hanya kepada tenaga pendidik dan sekolah saja, saya juga selalu mengingatkan hal tersebut kepada seluruh jajaran serta anggota PGRI Kota Bekasi,” tutupnya.

