Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti saat menghadiri Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta, Senin (8/9). Dalam Chile-Indonesia Trade Engagement Seminar di Jakarta, Senin, Roro mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Chile terus meningkat, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Peningkatan ini terlihat dari bertambahnya nilai ekspor kedua negara setelah adanya kerja sama. ANTARA/Maria Cicilia Galuh.
Jakarta, Harianjabar.com – Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Chile melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (C-CEPA) menunjukkan hasil positif terhadap hubungan dagang kedua negara. Sejak perjanjian tersebut resmi berlaku, nilai perdagangan bilateral dilaporkan melonjak hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyebut peningkatan ini terjadi pada sejumlah komoditas unggulan. Produk Indonesia yang semakin banyak diminati di pasar Chile antara lain otomotif, tekstil, alas kaki, makanan olahan, serta hasil perikanan. Sementara itu, Indonesia juga mendatangkan berbagai produk dari Chile, di antaranya buah segar, produk pertanian, hingga tembaga.
Pejabat Kementerian Perdagangan menjelaskan bahwa C-CEPA membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk Indonesia di kawasan Amerika Latin. “Perjanjian ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha Indonesia. Tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Chile,” ujarnya.

Selain perdagangan barang, kerja sama ini turut mencakup sektor jasa dan investasi. Pemerintah menilai adanya peluang kolaborasi baru di bidang energi terbarukan, pariwisata, serta ekonomi digital. Dengan begitu, hubungan ekonomi kedua negara diharapkan semakin beragam dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan C-CEPA. Upaya yang ditempuh antara lain melalui promosi dagang, fasilitasi pertemuan bisnis, serta pendampingan kepada pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat menembus pasar Chile.
Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas pasar ekspor non-tradisional sekaligus memperkuat posisi di kawasan Amerika Latin.
