Jakarta, HarianJabar.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah penumpang mencapai 328 juta orang selama periode Januari hingga Agustus 2025. Angka ini mencakup perjalanan dengan Kereta Jarak Jauh (KAJJ), Kereta Lokal, hingga KRL Jabodetabek, dan menunjukkan tren positif pascapandemi COVID-19.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa transportasi berbasis rel semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

“Kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta harga yang kompetitif. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/9).
Lonjakan pada Musim Libur
Dari data KAI, lonjakan penumpang terjadi pada periode Idulfitri 2025 serta liburan sekolah pertengahan tahun. Pada masa itu, tingkat okupansi hampir menyentuh 100 persen di sejumlah rute favorit, seperti Jakarta–Yogyakarta, Bandung–Surabaya, hingga Medan–Rantau Prapat.
KRL Jabodetabek juga mencatat pergerakan signifikan, terutama pada jam-jam sibuk.
“KRL masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan,” jelas Didiek.
Inovasi Layanan
Peningkatan jumlah pengguna tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dilakukan KAI. Di antaranya:
- Digitalisasi tiket yang mempermudah pemesanan melalui aplikasi resmi.
- Modernisasi armada dengan menghadirkan kereta baru berfasilitas lebih nyaman.
- Integrasi transportasi publik di sejumlah kota besar, sehingga penumpang lebih mudah berpindah moda.
Selain itu, KAI juga memperkuat layanan berbasis green transportation dengan penggunaan energi lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah menekan emisi karbon dari sektor transportasi.
Target Hingga Akhir Tahun
Dengan capaian 328 juta penumpang hingga Agustus, KAI optimistis jumlah pengguna akan terus bertambah hingga akhir 2025.
“Kami memperkirakan angka tahun ini bisa melampaui 2024. Target kami bukan hanya jumlah penumpang, tetapi juga peningkatan kepuasan pelanggan,” kata Didiek.
Sejumlah pengamat transportasi menilai pertumbuhan ini menjadi sinyal positif. Kereta api kini tidak hanya dipandang sebagai sarana mobilitas, tetapi juga pilihan gaya hidup bagi masyarakat urban yang mencari kenyamanan dan ketepatan waktu.
Harapan Masyarakat
Beberapa penumpang yang ditemui di Stasiun Gambir menyebut layanan kereta semakin membaik.
“Sekarang pesan tiket lebih mudah lewat aplikasi, keretanya juga bersih dan tepat waktu. Semoga bisa terus ditingkatkan,” ujar Rina (32), penumpang tujuan Surabaya.
Sementara itu, Yudi (41), pengguna KRL harian, berharap penambahan armada dan jadwal bisa dipercepat. “Penumpang KRL makin banyak, jadi kami butuh lebih banyak gerbong agar tidak terlalu padat,” katanya.
Transportasi Masa Depan
KAI menegaskan akan terus memperluas jaringan dan layanan, termasuk pembangunan jalur baru serta pengembangan kereta cepat dan kereta barang modern. Dengan begitu, kereta api diharapkan tidak hanya menjadi transportasi pilihan, tetapi juga tulang punggung mobilitas nasional.
