PROBOLINGGO, HarianJabar.com – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar dan keluarga dilaporkan hilang kendali hingga menabrak rumah warga pada Minggu (14/9/2025) siang. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai belasan lainnya.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, bus bernomor polisi N 7890 XY itu berangkat dari arah Malang menuju kawasan wisata Bromo. Saat melintasi jalan menurun di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, bus diduga mengalami rem blong. Sopir berusaha mengendalikan laju kendaraan, namun nahas, bus oleng ke kiri dan menghantam rumah permanen milik warga setempat.
Kapolres Probolinggo, AKBP Aditya Nugraha, membenarkan peristiwa nahas tersebut.
“Benar, bus wisata hilang kendali dan menabrak rumah warga. Sampai saat ini tercatat delapan orang meninggal dunia, terdiri dari penumpang bus dan penghuni rumah yang tertabrak. Sedangkan korban luka berat dan ringan mencapai 17 orang,” jelasnya.
Suasana Panik dan Evakuasi Dramatis
Warga sekitar lokasi kejadian sontak panik. Benturan keras membuat dinding rumah jebol, sementara bus ringsek di bagian depan. Jeritan minta tolong terdengar dari dalam bus, membuat warga bergegas melakukan evakuasi darurat sebelum tim SAR dan kepolisian tiba.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Beberapa korban terjepit di dalam bus dan membutuhkan alat berat untuk mengeluarkan mereka. Ambulans dari berbagai daerah terdekat dikerahkan untuk membawa korban ke RSUD dr. Moch. Saleh Probolinggo dan Puskesmas Sukapura.
Dugaan Rem Blong
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, kecelakaan diduga akibat sistem pengereman bus tidak berfungsi dengan baik. Jalan menurun dengan tikungan tajam di jalur wisata Bromo memang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan jika pengemudi tidak berhati-hati atau kendaraan tidak dalam kondisi prima.
“Kami masih menyelidiki kondisi kendaraan dan memeriksa sopir. Dugaan awal, bus mengalami rem blong. Namun kami tetap menunggu hasil uji teknis dari tim Dishub,” ujar AKBP Aditya.
Pemerintah Daerah Turun Tangan
Bupati Probolinggo, Lailatul Qadariyah, langsung mendatangi lokasi kejadian. Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo turut berbelasungkawa. Kami akan memberikan bantuan penuh kepada para korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap moda transportasi wisata akan segera dilakukan,” ujarnya.
Pihak pemerintah daerah juga berencana memperketat aturan kelayakan kendaraan wisata yang menuju kawasan Bromo. Bus dan kendaraan besar akan diwajibkan menjalani uji kelaikan jalan sebelum masuk area wisata.
Kesaksian Warga
Seorang saksi mata, Sugiarto (45), yang rumahnya berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, mengaku sempat melihat bus melaju kencang sebelum menabrak.
“Saya dengar suara klakson dibunyikan terus-menerus. Rupanya sopir sudah berusaha memperingatkan. Tapi pas sampai turunan tajam, bus langsung menabrak rumah di pinggir jalan. Suaranya keras sekali,” ujarnya.
Penanganan dan Langkah Lanjutan
Hingga malam hari, petugas masih melakukan pembersihan puing-puing rumah dan bangkai bus yang menutup akses jalan. Jalur wisata sempat ditutup sementara untuk memperlancar proses evakuasi.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan keras mengenai pentingnya perawatan kendaraan pariwisata. Pemerintah, operator bus, hingga pengelola wisata diingatkan agar tidak lengah dalam memprioritaskan keselamatan.
