Sumut, HarianJabar.com – Warga sebuah desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, digemparkan oleh penemuan mengejutkan. Sebuah kerangka manusia ditemukan terjebak di dalam batang pohon aren yang sudah mulai membusuk. Penemuan ini sontak mengundang rasa penasaran sekaligus duka mendalam, karena diduga kuat kerangka itu adalah milik seorang pria yang dilaporkan hilang sejak dua tahun lalu.

Penemuan Tak Terduga
Kerangka itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Sulaiman (47) saat hendak menebang pohon aren tua di kebunnya. Saat batang pohon dibelah, ia dikejutkan oleh tulang belulang manusia yang terselip di dalam rongga batang.
“Saya kaget sekali, awalnya kira bangkai binatang, ternyata tulang manusia lengkap dengan pakaian yang sudah lapuk,” ujarnya kepada wartawan.
Warga sekitar segera melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.
Diduga Korban Hilang Misterius
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi kerangka ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pakaian dan barang-barang yang menempel, kerangka itu diduga kuat milik seorang pria berinisial J (35), warga desa setempat yang dilaporkan hilang sejak 2023.
Adik korban yang hadir di lokasi tak kuasa menahan tangis. Ia mengenali baju yang melekat di kerangka tersebut.
“Saya yakin itu abang saya. Dia hilang dua tahun lalu, kami sudah cari ke mana-mana. Ternyata ditemukan seperti ini…,” ucapnya sambil menangis.
Misteri yang Belum Terjawab
Bagaimana kerangka itu bisa berada di dalam batang pohon aren masih menjadi misteri. Polisi menduga korban terjebak atau masuk ke dalam batang pohon yang berlubang, kemudian tidak bisa keluar hingga akhirnya meninggal.
Namun, dugaan lain menyebutkan korban bisa saja menjadi korban tindak kekerasan, lalu jasadnya sengaja disembunyikan. Semua kemungkinan kini masih diselidiki oleh kepolisian.
“Penyebab pasti masih menunggu hasil autopsi forensik. Kami belum bisa menyimpulkan,” ujar Kapolres Serdang Bedagai.
Trauma bagi Warga Desa
Penemuan kerangka manusia di dalam pohon ini menimbulkan trauma dan cerita mistis di kalangan warga. Sebagian warga percaya pohon itu angker, sementara lainnya melihat ini sebagai peringatan bahwa kasus orang hilang di desa mereka masih menyimpan misteri.
Meski demikian, pihak keluarga berharap kepolisian segera menuntaskan penyelidikan agar ada kepastian hukum dan keadilan bagi korban.
