Bekasi, Harianjabar.com – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan pembinaan guru Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) sekaligus santunan bagi 100 anak yatim, Jumat (19/9/2025).
Ketua TPQ Kota Bekasi, Dedy Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum syiar Islam serta sarana mempererat silaturahmi antar-guru LPQ, yang meliputi guru PAUD Al-Qur’an, Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an, hingga TPQ se-Kota Bekasi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bukti eksistensi LPQ yang aktif mendukung Pemerintah Kota Bekasi dan Kementerian Agama, khususnya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui pembelajaran baca tulis Al-Qur’an,” ujar Dedy.
Selain itu, Dedy menyoroti persoalan kesejahteraan guru TPQ. Menurutnya, masih terdapat sekitar 300 guru dari total lebih dari 1.600 guru TPQ di Kota Bekasi yang belum menerima insentif.

“Alhamdulillah sebagian sudah tercover, kurang lebih 1.375 guru. Namun, masih ada sekitar 300 guru yang belum menerima tunjangan Rp500 ribu. Selain itu, anggaran yang kami terima tahun ini baru terealisasi untuk tiga bulan, karena keterbatasan dana,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Kota Bekasi, Endang Saepudin, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah bagi lembaga dan guru tetap berjalan melalui berbagai skema.
Untuk lembaga, pemerintah menyalurkan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp10 juta per tahun per lembaga melalui aplikasi Simba. Sementara bagi guru, tersedia insentif Rp3 juta per tahun yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing melalui aplikasi SIKAP, dengan verifikasi dari Kanwil Kemenag Kota Bekasi.
“Namun, penerimanya memang belum merata. Saat ini baru sekitar 0,01 persen atau 10 guru di Kota Bekasi yang menerima,” kata Endang.
Ia menambahkan bahwa TPQ sebagai lembaga non-formal memiliki banyak kemudahan dalam penyelenggaraan, dengan pola pengajaran yang sebagian besar bersifat sukarela. “Mengajar di TPQ ini lebih ke ibadah, karena pola ajarnya cenderung gratis tergantung kemampuan orang tua siswa. Satu huruf saja nilainya sepuluh kebaikan,” ungkapnya.
Selain itu, Endang juga menyebutkan adanya program hibah yang setiap tahunnya menyasar sekitar 2.000 guru dengan nilai Rp1,5 juta per guru.
