Bandung, HarianJabar.com 26 September 2025 – Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, Enung, seorang ibu rumah tangga asal Bandung, menemukan pengalaman yang mengubah hidupnya: menjadi relawan di Dapur MBG, sebuah dapur sosial yang menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak keracunan MBG.

Awal Ketertarikan Enung
Awalnya, Enung hanya ingin membantu sesekali, namun melihat banyaknya korban keracunan, hatinya terpanggil untuk berkontribusi lebih.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang nyata untuk membantu warga, bukan hanya diam,” ujar Enung.
Aktivitas Sehari-hari di Dapur MBG
Sebagai relawan, Enung terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan masakan, memasak, hingga membungkus makanan untuk dibagikan kepada korban. Aktivitas ini bukan hanya tentang memasak, tetapi juga tentang koordinasi, disiplin, dan empati terhadap orang-orang yang sedang membutuhkan.
“Setiap kali saya melihat senyum mereka saat menerima makanan, rasanya semua lelah hilang,” kata Enung sambil tersenyum.
Tantangan dan Pembelajaran
Menjadi relawan bukan hal mudah. Enung harus menyesuaikan jadwal keluarga dan belajar bekerja di lingkungan yang cepat dan padat. Ia juga belajar pentingnya keamanan pangan dan kebersihan, mengingat kasus keracunan sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi semua relawan.
“Kita harus teliti, karena keselamatan mereka adalah prioritas utama,” tambah Enung.
Dampak Positif bagi Enung
Selain membantu warga, pengalaman ini memberikan dampak positif bagi pribadi Enung. Ia merasa lebih bermanfaat, memiliki teman-teman baru, dan semakin memahami arti kebersamaan dalam masyarakat. Pengalaman ini membuatnya termotivasi untuk terus menjadi relawan aktif, bahkan setelah kasus keracunan MBG mereda.
Pesan untuk Masyarakat
Enung berharap kisahnya bisa menginspirasi orang lain untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Menjadi relawan, menurutnya, bukan hanya memberi manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga bagi diri sendiri dalam membangun empati dan kepedulian sosial.
