Gaza, HarianJabar.com – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian dunia internasional usai menyampaikan usulan gencatan senjata di Gaza. Pernyataan itu datang di tengah eskalasi konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas yang menelan banyak korban sipil. Trump menilai, tanpa adanya jeda kemanusiaan atau penghentian sementara pertempuran, kawasan Timur Tengah akan terus diguncang instabilitas dan krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Respons Hamas dan Sekutunya
Hamas sendiri menyambut dingin usulan Trump. Juru bicara Hamas menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan bermakna jika Israel juga menghentikan blokade serta agresi militer yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Menurut mereka, tawaran yang tidak menyentuh akar persoalan hanya menjadi “pengulangan janji kosong” yang kerap dilontarkan kekuatan Barat.

Iran dan Hizbullah: Dukungan Penuh untuk Perjuangan Palestina
Sekutu utama Hamas di kawasan, seperti Iran dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon, menegaskan bahwa mereka mendukung perjuangan bersenjata Palestina. Mereka menilai usulan Trump hanyalah upaya politik pribadi, terutama menjelang pemilihan presiden AS mendatang.
“Jika AS sungguh menginginkan perdamaian, hentikan dukungan senjata ke Israel,” ujar seorang pejabat Iran dalam pernyataan resmi.
Turki dan Qatar: Lebih Moderat
Berbeda dengan Iran, negara seperti Turki dan Qatar menunjukkan sikap yang lebih moderat. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut bahwa gencatan senjata penting untuk alasan kemanusiaan, tetapi harus disertai komitmen jangka panjang menuju solusi dua negara. Qatar, yang kerap menjadi mediator dalam konflik Gaza, bahkan mengaku siap memfasilitasi perundingan baru jika semua pihak bersedia duduk bersama.
Tantangan Mewujudkan Gencatan Senjata
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mewujudkan gencatan senjata bukan perkara mudah. Israel menegaskan akan terus melanjutkan operasi militer hingga Hamas benar-benar dilumpuhkan. Sementara itu, tekanan internasional dari PBB, Uni Eropa, hingga negara-negara Arab semakin keras agar kedua pihak segera menghentikan konflik.
Analisis: Gencatan Senjata atau Sekadar Agenda Politik?
Banyak pengamat menilai bahwa usulan Trump lebih bernuansa politik ketimbang diplomasi murni. Dengan kembali mencuat ke panggung internasional lewat isu Gaza, Trump seolah ingin mengamankan simpati pemilih Muslim di AS sekaligus menampilkan diri sebagai “juru damai global”. Namun, tanpa langkah konkret dari Washington, sulit bagi usulan tersebut untuk benar-benar dijalankan.
