Bandung, HarianJabar.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Gerakan Bersama Satu Hari Seribu. Program ini mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat umum untuk menyisihkan seribu rupiah per hari sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari banyaknya masyarakat yang datang langsung ke rumah dinas Gubernur di Lembur Pakuan, Subang, untuk meminta bantuan. Warga yang datang tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah, dengan berbagai keluhan terkait keterbatasan ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.
“Gerakan ini masif digagas Pak Gubernur untuk menyikapi kondisi warga yang kesulitan. Tabungan poe ibu nantinya bisa digunakan untuk membantu langsung masyarakat,” ujar Dedi, Sabtu (4/10/2025).

Gerakan tersebut diharapkan dimulai dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lalu disusul pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait lainnya. Meski tidak ada sanksi, ia menekankan pentingnya empati dari seluruh pihak untuk meniru langkah serupa.
Pelaksanaan program ini, menurutnya, akan dijalankan secara transparan dan akuntabel. Tidak ada lembaga khusus yang mengelola dana tersebut, melainkan dikoordinasikan langsung oleh kepala dinas masing-masing.
“Jadi warga bisa langsung datang ke dinas untuk mendapatkan bantuan,” kata Dedi.
Dengan gerakan sederhana ini, pemerintah berharap dapat mendorong budaya gotong royong sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Jawa Barat.
