HARIAN JABAR, BOGOR – Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor resmi dibuka hari ini, Rabu (2/9/2026), di Hotel Harris Cibinong.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kadin Indonesia serta Ketua Umum Kadin Jawa Barat. Kehadiran para pimpinan dan perwakilan Kadin tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Mukab IX sekaligus penguatan peran organisasi dunia usaha di Kabupaten Bogor.
Ketua Organizing Committee (OC) Mukab IX Kadin Kabupaten Bogor, Kang Haikal, menegaskan bahwa kehadiran Kadin harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Menurutnya, Kadin tidak hanya hadir sebagai wadah organisasi para pengusaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun sinergi dengan pelaku UMKM dan pemerintah daerah.
“Kadin hadir untuk masyarakat Kabupaten Bogor, Kadin hadir untuk para pengusaha, pelaku UMKM, dan pemerintah,” ujar Kang Haikal.
Mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Dunia Usaha Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Berkelanjutan”, Mukab IX menjadi momentum penting bagi dunia usaha Kabupaten Bogor sekaligus panggung kontestasi tiga calon Ketua Umum (Caketum) Kadin Kabupaten Bogor.
Tiga nama yang dipastikan tetap maju dan berkontestasi dalam perebutan kursi Ketua Kadin Kabupaten Bogor yakni Hilal Firmansyah, Ridwan Rusliadi, dan Sulhajji Jompa.
Ketiga kandidat membawa visi, gagasan, serta basis dukungan masing-masing. Kontestasi pun diprediksi berlangsung ketat, mengingat posisi Ketua Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan dunia usaha dengan pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan.
Tema yang diangkat dalam Mukab IX menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi sebagai fondasi dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.
Dunia usaha Kabupaten Bogor dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang, mulai dari peningkatan investasi, penguatan UMKM, pengembangan industri, perluasan lapangan kerja hingga peningkatan daya saing daerah.
Dalam kondisi tersebut, Kadin dituntut tidak hanya menjadi wadah organisasi pengusaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan strategis antara pelaku usaha, UMKM, masyarakat, dan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Persaingan tiga caketum pun bukan hanya soal siapa yang mendapatkan suara terbanyak. Lebih dari itu, Mukab IX menjadi arena untuk menguji gagasan, kepemimpinan, jaringan, serta kemampuan masing-masing kandidat dalam membawa Kadin Kabupaten Bogor menghadapi tantangan dunia usaha ke depan.
Dengan tiga kandidat yang tetap bertahan dalam kontestasi, suhu politik organisasi dunia usaha Kabupaten Bogor dipastikan semakin menarik untuk diikuti.
Mukab IX telah resmi dibuka. Tiga kandidat siap bertarung.
Kini, dunia usaha Kabupaten Bogor menanti siapa yang akan mendapatkan mandat untuk memimpin Kadin dan membawa semangat kolaborasi serta sinergi menuju Kabupaten Bogor yang istimewa dan berkelanjutan.
Kadin diharapkan mampu terus hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Bogor, memperkuat para pengusaha, mendorong kemajuan UMKM, serta membangun kemitraan yang solid bersama pemerintah.
Tiga nama. Satu kursi. Satu mandat untuk lima tahun ke depan.

