HARIAN JABAR, CIBINONG, BOGOR — Bupati Bogor menegaskan tidak melakukan intervensi atau cawe-cawe dalam pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor.
Sikap tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, dalam pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kadin Kabupaten Bogor Tahun 2026 di Hotel Harris Cibinong, Rabu (2/9/2026).
Almer mengungkapkan, Bupati Bogor sempat menghubunginya melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, Bupati Bogor menyatakan tidak menitipkan salah satu calon untuk memenangkan kontestasi Ketua Kadin Kabupaten Bogor.
“Pak Bupati sempat telepon kepada saya. Beliau tidak menitip salah satu calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor. Beliau menyerahkan kepada Kadin Jawa Barat dan para peserta Mukab Kadin Kabupaten Bogor IX,” ungkap Almer.
Dengan demikian, proses pemilihan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme organisasi, Kadin Jawa Barat, serta para peserta Mukab IX Kadin Kabupaten Bogor.
Sikap tersebut dinilai memberikan ruang bagi proses pemilihan yang demokratis, terbuka, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
Selain menegaskan sikap Bupati Bogor yang tidak melakukan intervensi, Almer juga mengajak ketiga calon Ketua Umum (Caketum) Kadin Kabupaten Bogor untuk mengesampingkan ego masing-masing.
Menurutnya, ketiga kandidat memiliki kekuatan, pengalaman, jaringan, dan potensi yang luar biasa. Karena itu, kontestasi tidak seharusnya berakhir dengan perpecahan, melainkan menjadi momentum untuk membangun kekuatan bersama.
“Buang ego para calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor. Bayangkan kalau tiga calon ini bersatu untuk Kabupaten Bogor. Masing-masing punya kekuatan yang luar biasa,” tegas Almer.
Tiga kandidat yang berkontestasi dalam Mukab IX tersebut yakni Hilal Firmansyah, Ridwan Rusliadi, dan Sulhajji Jompa.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat dan panitia Mukab IX.
Ia berharap proses pemilihan berlangsung dengan baik, tertib, dan tetap menjunjung tinggi persaudaraan.
“Terima kasih untuk tiga calon Kabupaten Bogor. Semoga hari ini para caketum bisa bertanding untuk bersanding,” ujar Sintha.
Mukab IX Kadin Kabupaten Bogor mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Dunia Usaha Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Berkelanjutan.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya persatuan dan kolaborasi dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Mukab IX pun tidak hanya menjadi arena untuk menentukan siapa yang akan memimpin Kadin Kabupaten Bogor. Forum ini juga menjadi ujian kedewasaan organisasi dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan.
Bertanding adalah bagian dari demokrasi. Bersanding setelah kontestasi adalah kekuatan organisasi.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya siapa yang terpilih sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor, tetapi bagaimana seluruh kekuatan dunia usaha dapat bersatu untuk mendorong kemajuan Kabupaten Bogor yang lebih maju, istimewa, dan berkelanjutan.

