Harianjabar.com – Jakarta, 22 Juni 2025
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, membawa kabar baik dari diplomasi perdagangan yang tengah digalakkan pemerintah. Dalam pernyataan resminya, Mentan Amran mengungkap bahwa Rusia menyatakan kesiapan untuk menjadi negara tujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia.
Hal ini diungkapkan usai pertemuan bilateral antara Indonesia dan Rusia yang membahas kerja sama ketahanan pangan dan perdagangan komoditas strategis. Dalam pertemuan tersebut, Rusia menyampaikan minat tinggi terhadap pasokan CPO Indonesia yang selama ini menjadi primadona ekspor di pasar global.
“Rusia siap menerima CPO dari Indonesia dalam jumlah besar. Ini peluang besar bagi kita, terutama untuk memperkuat kesejahteraan petani sawit dan menyeimbangkan pasar ekspor,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurut Amran, ketertarikan Rusia bukan hanya pada volume, tapi juga pada kualitas CPO Indonesia yang dinilai lebih stabil dan kompetitif di pasar dunia. Langkah ini dinilai strategis, terutama di tengah ketidakpastian pasar Eropa yang kian selektif terhadap produk kelapa sawit.
Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia memang tengah mencari diversifikasi pasar ekspor, guna menghindari ketergantungan pada kawasan tertentu. Rusia, dengan pasar domestik yang besar dan kebutuhan tinggi terhadap bahan baku industri, dinilai sebagai mitra potensial jangka panjang.
“Kalau Rusia masuk, ini artinya kita punya penyangga baru. Tidak hanya mengandalkan India atau Tiongkok. Ini kabar positif bagi ekonomi desa dan petani sawit kita,” tambah Amran.
Ke depan, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan dan Badan Karantina akan menyusun skema ekspor, termasuk standardisasi mutu dan penguatan logistik menuju pasar Eropa Timur.
