HARIANJABAR.COM – Tokoh kharismatik Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), kembali menarik perhatian publik. Bukan karena pernyataan kontroversial atau aksi politik semata, melainkan karena pengakuannya yang menyentuh: ia merasa dititipkan pesan spiritual oleh para leluhur tanah Sunda untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat Jawa Barat.
Pengakuan tersebut disampaikan KDM dalam sebuah kesempatan dialog budaya dengan warga, di mana ia menuturkan bahwa perjuangannya selama ini bukan hanya didorong oleh kepentingan politik atau jabatan, melainkan oleh amanah batin yang ia rasakan kuat dari nilai-nilai warisan leluhur.
“Ini Bukan Soal Kursi, Tapi Amanah Leluhur”
Menurut KDM, suara leluhur yang ia rasakan hadir bukan dalam bentuk bisikan gaib, tetapi melalui kepekaan spiritual yang ia rasakan saat berbaur dengan masyarakat kecil—dari petani, nelayan, pedagang pasar hingga tokoh adat. Ia menyebut bahwa kesejahteraan, keadilan sosial, dan pelestarian budaya lokal adalah inti dari pesan tersebut.
“Saya merasa dititipkan oleh leluhur untuk tidak lelah memperjuangkan wong cilik, menjaga tanah Sunda, dan memastikan masyarakat Jabar hidup dengan sejahtera dan berbudaya,” ungkap KDM di hadapan warga.
Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembangunan
Sebagai tokoh yang dikenal dekat dengan budaya lokal dan kearifan tradisional, KDM menekankan pentingnya memadukan pembangunan modern dengan nilai-nilai leluhur. Ia mengkritisi pembangunan yang hanya berfokus pada beton dan teknologi, tanpa menyentuh akar kehidupan rakyat.
Menurutnya, pemimpin Jawa Barat ke depan harus memiliki “jiwa leluhur” yang berpihak pada rakyat kecil, lingkungan, dan budaya.
Dukungan Masyarakat Terus Mengalir
Pernyataan KDM menuai respons positif dari banyak pihak, terutama masyarakat pedesaan yang selama ini merasakan langsung pendekatannya yang merakyat. Banyak yang menganggap KDM sebagai sosok pemimpin yang bukan hanya berpikir, tetapi juga merasa—dan itu yang membedakannya.
“Beliau bukan hanya mendengar, tapi hadir. Bukan hanya bicara, tapi bertindak. Dan kami percaya, yang dia lakukan memang dari hati,” ujar salah satu warga Subang yang turut hadir dalam acara tersebut.
Menyongsong Masa Depan Jawa Barat
Dengan semakin dekatnya tahun politik, banyak spekulasi yang mengaitkan pernyataan ini sebagai bagian dari langkah KDM menuju panggung pilkada. Namun, bagi sebagian masyarakat, niat dan ketulusan adalah hal utama.
Apakah ini sinyal bahwa Kang Dedi akan kembali maju memimpin Jawa Barat? Atau hanya pengingat bahwa politik bisa dijalani dengan nilai luhur?
Satu hal yang pasti, suara rakyat dan suara leluhur—keduanya kini menjadi satu dalam semangat perjuangan KDM.
Ikuti berita kejadian unik dan peristiwa wilayah Jawa Barat hanya di www.harianjabar.com
