HarianJabar.com – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Cipularang KM 90 arah Jakarta pada Jumat dini hari (11/7/2025), ketika sebuah bus pariwisata menabrak bagian belakang truk bermuatan barang berat. Akibat insiden ini, satu penumpang bernama Deddy Suryana (45) dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Menurut keterangan petugas kepolisian dari Satlantas Polres Purwakarta, bus yang membawa sekitar 30 penumpang diduga melaju dalam kecepatan tinggi sebelum menghantam bagian belakang truk yang melaju di lajur kiri.
“Dugaan awal sopir bus mengantuk dan tidak menjaga jarak aman. Tabrakan keras menyebabkan bagian depan bus ringsek parah dan satu korban meninggal dunia atas nama Deddy Suryana asal Bandung,” ujar AKP Hermawan, Kanit Laka Polres Purwakarta, saat ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, enam penumpang lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya luka berat dan kini dirawat intensif di RSUD Bayu Asih, Purwakarta. Proses evakuasi berlangsung dramatis, melibatkan petugas tol dan tim penyelamat yang harus menggunakan alat berat untuk mengeluarkan korban dari kabin bus yang terjepit.
Identitas Korban Meninggal
Deddy Suryana diketahui merupakan pegawai swasta yang hendak pulang dari perjalanan wisata bersama rekan-rekan kantornya. Keluarga korban telah dihubungi pihak berwenang dan jenazah kini berada di kamar jenazah RSUD Bayu Asih untuk proses lebih lanjut.
Kronologi Singkat:
- Waktu kejadian: 03.45 WIB
- Lokasi: Tol Cipularang KM 90 arah Jakarta
- Kendaraan terlibat: Bus pariwisata dan truk muatan
- Korban meninggal: 1 orang (Deddy Suryana)
- Korban luka: 6 orang
- Dugaan awal: Sopir bus mengantuk, kecepatan tinggi, tidak jaga jarak
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dengan memeriksa sopir bus, saksi mata, dan rekaman CCTV dari pihak pengelola jalan tol. Sementara arus lalu lintas sempat tersendat hingga dua jam sebelum akhirnya kembali normal sekitar pukul 06.30 WIB.
Himbauan Kepolisian:
AKP Hermawan mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan besar dan angkutan umum, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara dan memastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan.
“Kami akan terus gencarkan patroli malam dan pengawasan ketat terhadap bus pariwisata, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti Tol Cipularang,” tambahnya.
