Bekasi, 21 Juli 2025 – Kota Bekasi kembali menunjukkan wajah keberagamannya lewat perayaan Shejit YM. Kongco Kwan Seng Tee Kun yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Klenteng Bu An Kiong. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 Juli 2025, menyajikan perpaduan budaya yang harmonis, mencerminkan semangat toleransi yang telah lama mengakar di kota ini.
Rangkaian kegiatan yang digelar di kawasan Bekasi Timur ini tak hanya menampilkan atraksi Barongsai, tetapi juga menghadirkan beragam kesenian tradisional Nusantara seperti Tarian Daerah, Gambang Kromong, dan Palang Pintu. Kolaborasi budaya ini menjadi bukti nyata bahwa akulturasi di Kota Bekasi berjalan selaras, memperkuat identitasnya sebagai Kota Toleransi.
Perayaan ini turut dimeriahkan oleh partisipasi berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Cikarang, Cileungsi, hingga Bogor. Masing-masing perwakilan membawa rupang Dewa/Dewi untuk mengikuti prosesi peringatan, menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan acara.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir langsung dalam acara tersebut bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ronny Hermawan, Camat Bekasi Timur Fitri Widyati, Lurah Bekasi Jaya Fauzianita Arlaes, serta unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan apresiasi terhadap keragaman budaya yang ditampilkan dan menyoroti pentingnya akulturasi sebagai bagian dari identitas Kota Bekasi.
“Kota Bekasi memiliki banyak kesamaan budaya, baik dari unsur Betawi, Sunda, maupun Tionghoa. Hal ini memengaruhi cara hidup masyarakatnya yang penuh toleransi dan gotong royong,” ujarnya.
Tri juga memberikan penghargaan khusus kepada komunitas Barongsai Kota Bekasi yang telah mengharumkan nama daerah dalam ajang olahraga nasional.
“Alhamdulillah, atlet Barongsai kita turut tampil di PON Medan. Ini bukti bahwa seni budaya bisa berkembang secara profesional. Mudah-mudahan tahun depan Kota Bekasi bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi, termasuk untuk cabang seni Barongsai,” tambahnya.
Selain aspek budaya, Wali Kota Bekasi juga menekankan nilai ekonomi dari kegiatan semacam ini. Ia menyebut event-event budaya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bukan hanya pelestarian budaya, tapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM ikut hidup, daya beli masyarakat meningkat, dan Kota Bekasi bisa menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Jawa Barat,” tutur Tri.
Perayaan Shejit dan HUT Klenteng Bu An Kiong ke-7 ini ditutup dengan doa bersama dan atraksi budaya yang menyatukan keberagaman dalam harmoni. Kota Bekasi kembali membuktikan, perbedaan bukan halangan, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan.
