Jakarta, 21 Juli 2025 – Industri kuliner terus bergerak dinamis mengikuti perubahan gaya hidup dan selera konsumen. Menyambut paruh kedua tahun 2025, laporan Future Menu 2025 yang dirilis oleh perusahaan riset makanan global, Kerry Group, mengungkapkan empat tren utama yang diprediksi mendominasi dunia kuliner di masa mendatang.
Menariknya, salah satu dari tren tersebut kini sudah sangat populer di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z di Indonesia. Berikut adalah empat tren kuliner yang disebut dalam laporan tersebut:
1. Progresif Lokal (Provenance with Purpose)
Konsumen semakin peduli pada asal-usul bahan makanan. Mereka mencari menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga berkelanjutan dan mendukung produk lokal. Tren ini mendorong restoran dan UMKM kuliner untuk lebih transparan tentang sumber bahan baku mereka — mulai dari sayuran organik lokal hingga rempah-rempah khas daerah.
“Anak muda sekarang bukan cuma peduli rasa, tapi juga cerita di balik makanan yang mereka konsumsi,” ujar seorang pelaku UMKM di Yogyakarta.
2. Merayakan Keseimbangan (Plant-Based Lifestyle)
Gaya hidup nabati atau plant-based semakin diterima luas, tak hanya oleh vegan atau vegetarian. Future Menu 2025 menyoroti bagaimana tren ini menjadi bagian dari keseimbangan gaya hidup sehat, bukan sekadar pola makan. Menu seperti plant-based burger, susu oat, hingga kreasi lokal berbasis tempe dan jamur kini makin mudah ditemukan di berbagai tempat.
Tren ini disebut-sebut sebagai salah satu favorit Gen Z yang mulai sadar akan kesehatan sejak usia dini.
3. Makanan sebagai Pengalaman (Sense-Sational)
Konsumen ingin lebih dari sekadar makan — mereka menginginkan pengalaman. Inilah alasan munculnya restoran tematik, makanan berpenampilan unik untuk media sosial, hingga sajian interaktif seperti hot pot, grill your own steak, atau dessert berasap.
Tren ini sangat selaras dengan kebiasaan Gen Z yang gemar membagikan momen kuliner mereka di TikTok dan Instagram.
4. Petualangan Rasa Global (Flavour Tourism)
Dengan terbatasnya mobilitas saat pandemi beberapa tahun lalu, kini orang ingin “berkeliling dunia lewat makanan”. Makanan khas negara lain dengan sentuhan lokal — seperti ramen rendang, taco tempe, atau kimchi jengkol — menjadi simbol keberanian untuk mengeksplorasi rasa.
Fenomena ini membuka peluang besar bagi pelaku kuliner untuk menggabungkan elemen internasional dan lokal menjadi sajian unik.
Gen Z Jadi Kunci Perubahan
Laporan Future Menu 2025 juga menekankan bahwa Gen Z adalah motor utama dalam mendorong tren-tren ini. Mereka dinilai lebih sadar akan isu keberlanjutan, kesehatan, serta keinginan untuk mengekspresikan diri lewat makanan.
“Gen Z bukan hanya pembeli, tapi juga kreator kuliner masa depan. Mereka berani bereksperimen, berpikir kritis, dan punya nilai dalam setiap keputusan konsumsinya,” tulis laporan tersebut.
Dengan cepatnya perubahan tren ini, pelaku industri kuliner di Indonesia — dari restoran besar hingga pedagang kaki lima — diimbau untuk terus berinovasi agar tetap relevan dan menarik di mata konsumen muda.
