Bandung, 21 Juli 2025 – Kota Bandung kembali menggoda lidah para pecinta kuliner melalui gelaran Festival Bandung Nyuanki 2025, sebuah ajang yang memadukan kekayaan cita rasa Nusantara dengan semangat kreativitas kuliner modern. Digelar di kawasan Cihampelas Walk selama tiga hari (19–21 Juli 2025), festival ini sukses menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Mengangkat tema “Warisan Rasa, Inovasi Tiada Batas”, Festival Bandung Nyuanki 2025 menghadirkan lebih dari 100 tenant kuliner, mulai dari makanan tradisional khas Sunda hingga kreasi kekinian yang menggugah selera. Acara ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku UMKM, chef muda, hingga foodpreneur yang ingin mengenalkan produk mereka kepada publik lebih luas.
Sajian Tradisional Bertemu Inovasi
Pengunjung disuguhkan beragam makanan seperti sate maranggi, seblak jontor, mie kocok sumsum, nasi bakar kemangi, hingga donat tape dan burger rendang. Tidak hanya itu, ragam minuman lokal seperti bandrek, es goyobod, kopi rempah, hingga mocktail berbahan dasar herbal juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang bukan hanya enak, tapi juga punya cerita. Makanan tradisional dikemas dengan pendekatan baru, tanpa meninggalkan akar budaya,” ujar Rino Kurniawan, ketua panitia Festival Bandung Nyuanki 2025.
Dimeriahkan Chef Ternama dan Kompetisi Kuliner
Festival ini juga menghadirkan demo masak dari chef ternama seperti Chef Renatta Moeloek dan Chef Juna, yang menyajikan fusion food dengan bahan lokal Jawa Barat. Acara ditutup dengan kompetisi masak antar komunitas kuliner se-Bandung Raya dan lomba food plating untuk siswa SMK Tata Boga.
UMKM Kuliner Naik Kelas
Tak hanya hiburan, Festival Nyuanki juga memberikan pelatihan singkat seputar branding, digitalisasi, dan pemasaran kuliner bagi para pelaku UMKM. Pemerintah Kota Bandung menyatakan komitmennya untuk terus mendorong potensi industri makanan lokal sebagai penopang ekonomi kreatif.
“Festival ini bukan sekadar ajang makan-makan, tapi upaya konkret untuk memajukan kuliner sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah,” kata Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, saat membuka acara.
Generasi Muda Dominasi Pengunjung
Menariknya, sebagian besar pengunjung festival berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Mereka datang tidak hanya untuk mencicipi makanan, tetapi juga memburu spot foto estetik, mencicipi makanan viral, dan membagikan pengalaman kuliner mereka di media sosial.
Festival Bandung Nyuanki 2025 membuktikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan berinovasi tanpa meninggalkan jati dirinya. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat kuliner kreatif di Asia Tenggara.
