Bandung, 21 Juli 2025 – Upaya pelestarian sejarah dan warisan kebangsaan mendapat angin segar di Kota Bandung. Sebuah konsorsium pihak swasta dikabarkan tengah mempersiapkan pembangunan kawasan wisata sejarah bertajuk “Jejak-Jejak Sukarno”, yang akan merekonstruksi perjalanan awal Presiden Pertama Republik Indonesia selama tinggal dan menimba ilmu di Kota Kembang.
Rencana ini mendapat dukungan positif dari Pemerintah Kota Bandung sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah, peningkatan pariwisata, dan edukasi generasi muda mengenai peran penting Bandung dalam perjuangan kemerdekaan.
Replika Rumah Kos hingga Jalur Jejak Sukarno
Proyek wisata sejarah ini rencananya akan meliputi beberapa titik penting yang memiliki keterkaitan langsung dengan sosok Bung Karno saat tinggal di Bandung pada era 1920-an, seperti:
- Replika rumah kos Bung Karno di Gang Cikapundung Timur, tempat ia tinggal saat kuliah di Technische Hoogeschool (sekarang ITB),
- Kawasan Braga dan Cicendo yang dahulu menjadi titik diskusi politik dan intelektual,
- Jejak Masjid Pungkur dan Gedung Indonesia Menggugat, tempat Sukarno berorasi dan menjalani sidang kolonial.
Semua titik ini akan dirangkai dalam konsep “walking tour” interaktif, dilengkapi pemandu berlisensi, papan informasi digital, serta augmented reality (AR) yang memungkinkan pengunjung melihat rekonstruksi suasana Bandung tempo dulu.
Menghidupkan Sejarah, Menggerakkan Ekonomi
Selain sebagai wahana edukasi sejarah, kawasan ini juga akan menyertakan zona ekonomi kreatif, seperti kafe tematik, galeri buku perjuangan, toko cendera mata nasionalis, serta ruang pamer seni bertema perjuangan.
“Kami ingin sejarah tidak hanya dikenang lewat buku, tapi juga dihidupkan kembali dalam bentuk nyata. Wisata ini bukan sekadar mengenang Bung Karno, tapi mengajak generasi muda untuk memahami nilai-nilai perjuangannya,” ujar Syarif Maulana, inisiator proyek dari Bandung Heritage Konsorsium.
Dukung Pendidikan dan Pariwisata
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan akan memfasilitasi proses perizinan serta integrasi proyek dalam rencana pengembangan pariwisata kota.
“Bandung memiliki posisi penting dalam sejarah republik ini. Sukarno muda lahir sebagai pemikir dan pejuang di kota ini. Kami menyambut baik gagasan revitalisasi jejak beliau untuk mendukung pariwisata sejarah sekaligus pendidikan karakter,” kata Yana.
Target Selesai Akhir 2026
Menurut rencana, pembangunan tahap awal akan dimulai pada akhir 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Proyek ini juga diharapkan bisa bersinergi dengan kegiatan sekolah, tur pelajar, komunitas sejarah, hingga wisatawan asing yang tertarik pada sejarah Indonesia.
Pembangunan wisata sejarah “Jejak-Jejak Sukarno” menjadi langkah baru dalam menyeimbangkan antara pelestarian sejarah dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan pendekatan modern dan partisipasi masyarakat, Bandung berpeluang menjadi pusat wisata sejarah nasional yang tak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi masa depan.
