Sukabumi, Harianjabar.com — Seorang kepala desa perempuan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan usai terungkapnya dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan Posyandu yang diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi. Proyek yang seharusnya menjadi fasilitas kesehatan masyarakat desa, justru berubah wujud menjadi bangunan rumah milik sang kepala desa.
Temuan ini mencuat setelah warga melaporkan adanya kejanggalan pada proyek pembangunan Posyandu tahun anggaran 2023. Dalam laporan warga, disebutkan bahwa bangunan yang didanai dari anggaran dana desa itu tidak kunjung difungsikan sebagai Posyandu. Setelah ditelusuri, bangunan tersebut justru telah dialihfungsikan menjadi tempat tinggal.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi bersama Inspektorat langsung turun tangan untuk melakukan verifikasi lapangan. Hasil awal investigasi menunjukkan adanya indikasi kuat penyimpangan anggaran. Bangunan yang seharusnya berbentuk fasilitas kesehatan dasar, nyatanya memiliki desain dan interior layaknya rumah tinggal pribadi.
“Proyek itu jelas diperuntukkan bagi Posyandu. Tapi di lapangan ditemukan adanya perubahan bentuk dan fungsi. Kami sedang kumpulkan semua bukti untuk proses lebih lanjut,” kata seorang pejabat Inspektorat Sukabumi saat dikonfirmasi, Senin (29/7).
Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat desa yang merasa dirugikan. Selain kehilangan fasilitas kesehatan, warga juga merasa dikhianati oleh pemimpinnya sendiri. Beberapa tokoh masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas jika terbukti melanggar hukum.
Kasus ini kini telah dilimpahkan ke aparat kepolisian untuk pendalaman lebih lanjut. Kepala desa yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi, namun telah dipanggil oleh pihak kecamatan untuk klarifikasi.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan penggunaan dana desa, serta perlunya transparansi dalam setiap proyek pembangunan yang bersumber dari uang negara. Di tengah harapan besar masyarakat terhadap pembangunan desa, praktik seperti ini menjadi ironi yang menyakitkan.
