Jakarta, Harianjabar.com — Upaya penggerebekan jaringan peredaran obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh pihak kepolisian berhasil membekuk sejumlah pelaku, namun satu orang yang diduga sebagai bandar utama justru lolos dari sergapan. Polisi kini memburu pria tersebut yang diduga sebagai otak distribusi obat berbahaya di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Menurut keterangan resmi dari kepolisian, penggerebekan dilakukan pada Minggu malam (27/7) di sebuah rumah kontrakan yang telah lama dicurigai menjadi tempat penyimpanan dan distribusi obat-obatan terlarang jenis tramadol dan eximer. Saat tim gabungan tiba di lokasi, beberapa orang berhasil diamankan bersama barang bukti ribuan butir obat tanpa izin edar.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Namun, pria berinisial A (33), yang disebut sebagai bandar utama, berhasil melarikan diri sesaat sebelum petugas masuk ke lokasi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, A dikenal licin dan berpindah-pindah tempat tinggal.
“Kami sudah kantongi identitas dan ciri-ciri pelaku. Upaya pengejaran masih berlangsung dan kami minta kerja sama masyarakat jika melihat sosok yang dimaksud,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol R. Damar, Senin (29/7).
Polisi pun merilis ciri-ciri fisik pelaku untuk memperluas jangkauan pencarian. A disebut memiliki tinggi sekitar 170 cm, kulit sawo matang, rambut pendek, dan terakhir terlihat mengenakan jaket hitam serta celana jeans. Ia diduga membawa sebagian kecil barang bukti saat melarikan diri.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita lebih dari 10.000 butir obat-obatan terlarang, alat pengemasan, serta catatan transaksi. Para tersangka yang ditangkap mengaku hanya sebagai kurir dan pengecer, sementara peran utama tetap dijalankan oleh A.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor bila memiliki informasi terkait keberadaan pelaku. “Obat-obatan ini sangat berbahaya, apalagi jika dikonsumsi anak-anak dan remaja. Kami terus berupaya hentikan peredarannya,” tegas Kompol Damar.
