Gaza, HarianJabar.com 13 Agustus 2025 — Ketegangan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah pemerintah Israel memperketat blokade dengan melarang lebih dari 430 jenis makanan untuk dikirim ke wilayah tersebut. Larangan itu mencakup bahan pokok seperti daging, sayur-sayuran segar, buah, rempah, dan produk susu, memicu kekhawatiran kelaparan massal di tengah situasi perang yang belum mereda.
Menurut laporan dari lembaga bantuan internasional, pembatasan ini diberlakukan sejak awal Agustus dan telah berdampak langsung pada distribusi bantuan kemanusiaan yang selama ini bergantung pada jalur darat dari wilayah perbatasan Israel.
Daftar Larangan Pangan yang Panjang
Jenis makanan yang dilarang meliputi:
- Daging segar dan beku
- Sayuran seperti tomat, terong, timun, dan kentang
- Buah-buahan seperti apel, semangka, jeruk
- Produk susu
- Makanan kaleng dan bahan makanan non-instan lainnya
Larangan ini berlaku bahkan untuk bantuan dari organisasi kemanusiaan internasional, termasuk PBB dan Palang Merah.

Krisis Gizi Ancam Warga Gaza
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah LSM menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa pembatasan tersebut akan mempercepat krisis gizi, terutama bagi anak-anak dan lansia. Persediaan makanan di Gaza disebut semakin menipis dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar jutaan penduduk yang terjebak di zona konflik.
“Ini bukan lagi soal politik atau militer. Ini adalah persoalan kemanusiaan. Memblokade makanan adalah bentuk hukuman kolektif,” ujar perwakilan dari World Food Programme (WFP).
Blokade di Tengah Perang
Blokade makanan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza. Jalur suplai kemanusiaan kini sangat terbatas, terutama setelah penutupan total beberapa titik perlintasan seperti Kerem Shalom.
Israel berdalih bahwa pembatasan tersebut diberlakukan demi alasan keamanan, mengklaim beberapa barang dapat dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata untuk kegiatan militer. Namun, kritik keras datang dari komunitas internasional yang menilai pembatasan ini sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Dunia Mendesak Akses Kemanusiaan
PBB, Uni Eropa, hingga negara-negara Timur Tengah menyerukan agar Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa syarat, terutama pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sementara itu, rakyat Gaza terus berjuang di tengah keterbatasan. Pasar tradisional tutup, harga bahan makanan melonjak drastis, dan antrean bantuan semakin panjang setiap harinya.
