Depok, HarianJabar – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggencarkan program edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja di sekolah-sekolah, sebagai upaya pencegahan anemia, obesitas, dan risiko kesehatan lainnya di usia produktif.
Program ini menyasar siswa SMP dan SMA di 20 sekolah di Kota Depok, dan telah berjalan sejak awal bulan Juni 2025. Materi yang diberikan mencakup pentingnya sarapan sehat, konsumsi buah dan sayur, pemahaman tentang anemia, serta edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan reproduksi remaja.
“Kesehatan remaja menjadi prioritas karena mereka adalah generasi penerus. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia dan malnutrisi bisa berdampak jangka panjang,” ujar Kepala Dinkes Kota Depok, dr. Reny Asteria.
Para siswa juga diajak untuk melakukan cek hemoglobin (Hb) gratis guna mendeteksi risiko anemia sejak dini. Hasil awal menunjukkan bahwa sekitar 30% remaja putri di Depok terindikasi kekurangan zat besi, yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh.
Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas, kader posyandu remaja, dan guru BK (Bimbingan Konseling) dalam pelaksanaan kegiatan ini. Selain edukasi, para siswa juga diberikan tablet tambah darah (TTD) secara rutin.
Salah satu siswi SMPN 4 Depok, Amira Rahma, mengaku jadi lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat. “Saya dulu sering melewatkan sarapan, tapi sekarang mulai lebih perhatian karena tahu dampaknya,” katanya.
Program ini juga didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mendorong kesehatan fisik dan mental remaja secara menyeluruh.
