Bogor, HarianJabar – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong regenerasi petani melalui Program Petani Milenial yang digulirkan sejak awal tahun 2024. Tahun ini, sebanyak 500 anak muda dari berbagai kecamatan mendapatkan bantuan alat dan pelatihan pertanian modern.
Program ini digagas sebagai respon terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta kebutuhan modernisasi teknologi di lahan pertanian lokal. Bantuan yang diberikan mencakup alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk organik, serta pelatihan manajemen agribisnis.
“Pertanian hari ini harus berbasis inovasi, bukan lagi cangkul dan sabit semata. Kita ingin anak-anak muda melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” ujar Bupati Bogor, Iwan Setiawan, saat membuka pelatihan di Balai Pertanian Cibinong.
Salah satu peserta program, Rizal Maulana (23), mengatakan program ini membantunya mengembangkan lahan sawah milik keluarganya menjadi lebih produktif. “Dulu saya ragu mau ikut bertani. Tapi setelah dapat pelatihan dan alat modern, hasil panen bisa meningkat dua kali lipat,” ungkap Rizal.
Pemkab Bogor bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan beberapa perguruan tinggi seperti IPB University dalam memberikan pelatihan intensif kepada para peserta. Selain itu, ada juga kerja sama dengan koperasi dan offtaker untuk menjamin penyerapan hasil panen.
Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, rata-rata lahan pertanian yang dikelola petani milenial dalam program ini berkisar 0,5–2 hektare, dengan komoditas unggulan berupa padi, cabai, dan hortikultura.
Program Petani Milenial ini ditargetkan menjangkau 1.500 peserta hingga tahun 2026, dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Bogor dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi pedesaan.
