Bekasi, HarianJabar – Pemerintah Kota Bekasi mulai menggarap proyek revitalisasi Kali Bekasi sebagai upaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di wilayah perkotaan.
Proyek ini dimulai sejak awal Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun. Penataan meliputi normalisasi aliran sungai, pembangunan tanggul penahan air, serta pelebaran beberapa segmen aliran sungai yang dianggap rawan luapan.
“Kami ingin memastikan bahwa Kali Bekasi kembali berfungsi optimal sebagai saluran air utama. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keselamatan warga,” ujar Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Total anggaran sebesar Rp18 miliar digelontorkan untuk proyek ini, yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).
Selain itu, Pemkot juga menggandeng komunitas peduli lingkungan untuk melakukan edukasi ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Percuma kita tanggulangi teknisnya kalau kesadaran masyarakat tidak ikut dibangun,” ujar Rizka Permatasari, Ketua Komunitas Hijau Bekasi.
Sejumlah warga sekitar menyambut baik proyek ini. “Setiap musim hujan, kami selalu khawatir. Mudah-mudahan kali ini benar-benar tuntas,” kata Sutrisno, warga RW 05 Margahayu.
Dengan adanya penataan Kali Bekasi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko banjir tahunan sekaligus mengubah wajah sungai menjadi ruang publik yang lebih ramah dan tertata.
