Harianjabar.com – 26 Juni 2025 — Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan penguatan setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Kamis (26/6), harga minyak naik hampir 1 persen, didorong oleh pelemahan dolar AS dan harapan pemulihan permintaan global.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus tercatat naik 0,9 persen menjadi sekitar US$85,30 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,95 persen ke level US$80,50 per barel.
Kenaikan ini menjadi sinyal rebound teknikal setelah pasar sebelumnya sempat terguncang akibat kekhawatiran melemahnya permintaan dari China serta lonjakan stok minyak mentah di AS.
Didorong Sentimen Global dan Dolar Melemah
Penguatan harga minyak didorong oleh melemahnya indeks dolar AS, yang turun ke level terendah dua minggu terakhir. Melemahnya dolar membuat komoditas seperti minyak menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
Selain itu, pasar juga mulai merespons data ekonomi yang lebih positif dari Eropa dan AS, termasuk angka pemesanan barang tahan lama dan peningkatan aktivitas manufaktur, yang memperkuat harapan akan pertumbuhan permintaan energi global.
Pasar Masih Waspada
Meski harga naik, analis menilai bahwa pasar minyak masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi. “Kenaikan ini lebih ke arah pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang cukup dalam. Namun, prospek jangka menengah masih tergantung pada data permintaan China dan kebijakan OPEC+,” ujar Analis Energi dari ANZ Bank.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada awal Juli 2025 untuk membahas kebijakan produksi berikutnya. Pasar mengantisipasi kemungkinan pemangkasan produksi lebih lanjut guna menjaga keseimbangan pasar.
