Bekasi – HarianJabar.com – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Kota Bekasi, Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) KADIN Kota Bekasi menggelar diskusi strategis bersama Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, pada hari ini (27/06).
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut:
- Partisipasi UMKM dalam Program Sertifikasi Halal
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) mendorong keterlibatan UMKM binaan di wilayah Kota Bekasi dalam Program 1000 Sertifikat Halal. KADIN Kota Bekasi akan melakukan kurasi untuk memastikan UMKM yang terlibat sesuai dengan kriteria dan potensi pengembangan usaha. - Program Business Matching dan Ekspor
Sebagai langkah konkret meningkatkan jaringan perdagangan, akan digelar program business matching antar daerah dan juga peluang ekspor. Program ini akan mendapatkan pendampingan langsung dari Kementerian Perdagangan guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha Kota Bekasi. - Pendampingan Ekspor Selama 6 Bulan
UMKM binaan KADIN Kota Bekasi akan mendapatkan pendampingan intensif selama enam bulan untuk menembus pasar ekspor ke negara-negara mitra dagang Indonesia. Pendampingan ini mencakup pelatihan, peningkatan kualitas produk, hingga pengurusan legalitas ekspor.
Ketua Badan Ekraf KADIN Kota Bekasi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pelaku usaha daerah dan pemerintah pusat, demi terciptanya ekosistem usaha yang inklusif, kompetitif, dan berorientasi global.
“Harapannya, dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan, UMKM Bekasi bukan hanya naik kelas, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.
Dengan terobosan ini, Kota Bekasi diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM dan perdagangan kreatif yang berdaya saing tinggi di Indonesia.
