Bekasi, HarianJabar.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi), bertemu dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie di Gedung Menara Kadin, Jakarta, pada Rabu, 25 Juni 2025. Pertemuan tersebut menekankan sinergi percepatan investasi dan penataan internal Kadin Jawa Barat.
1. Memperkuat Investasi di Jawa Barat
Dedi Mulyadi menyampaikan komitmen Pemprov Jabar untuk memperlancar iklim investasi, termasuk membuka peluang bagi investor asing—termasuk asal Bangladesh—serta menanamkan zero premanisme dan dukungan infrastruktur yang terpadu.
2. Empat Pilar Kolaborasi Kadin–Pemprov
Menurut Anindya, pertemuan ini mendiskusikan empat pilar utama kemitraan:
- Swasembada pangan, energi, dan air via program One Village One Product (OVOP) serta integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan energi terbarukan
- Pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi UMKM, pengembangan kawasan industri hijau (ESG), dan business matching bersama korporasi ritel
- Inklusivitas sosial & kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan pelatihan digital UMKM perempuan di wilayah tertinggal
- Keberlanjutan dan ekonomi hijau, seperti rehabilitasi DAS Citarum, ekonomi sirkular, dan smart farming
3. Konsolidasi Kepengurusan Kadin Jabar
Isu internal Kadin Jawa Barat juga dibahas secara intens. Dedi berharap konflik kepengurusan segera mereda dan kegiatan Kadin di Jabar bisa berjalan kondusif. Anindya menunjuk Agung Suryamal sebagai caretaker Kadin Jabar yang bertugas mempersiapkan Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk merapikan struktur organisasi.
Rencana Musprov pada Agustus 2025 akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan strategi Kadin Jabar selama lima tahun ke depan.
Agung Suryamal menuturkan, bahwa KDM berharap jika kepengurusan Kadin di Provinsi Jawa Barat bisa kondusif dan guyub. Sehingga roda organisasi serta aktivitas usaha ekonomi yang digerakkan Kadin bisa berjalan dengan baik.
Hal itu pun juga diamini oleh Ketua Umum Anindiya Bakrie. “Dengan begitu maka telah diputuskan bahwa Musyawarah Provinsi atau Musprov Kadin Jawa Barat akan dilaksanakan awal atau akhir Agustus 2025,” ujar Agung .
Agung juga menuturkan, bahwa Ketua Umum Anindya Bakrie meminta agar Musprov Kadin Jabar diselenggarakan oleh pengurus caretaker Kadin Jawa Barat.
Agung mengaku mendapat tugas untuk memvalidasi Kadin kota/kabupaten se Jawa Barat agar Musprov berjalan sempurna dan tidak ada celah.
Ketika disinggung soal kepengurusan Kadin Kota Bogor yang sah, Agung dengan tegas menyatakan bahwa hanya kepengurusan Maryati Dona Hasanah yang diakui Kadin Indonesia dan Kadin Jawa Barat.
“Dona merupakan Ketua Umum Kadin Kota Bogor yang sah sesuai aturan dan legal standing,” pungkasnya.
Interpretasi & Dampak di Jawa Barat
Pertemuan ini menunjukkan kesinambungan antara Pemprov Jawa Barat dan Kadin Pusat dalam membangun ekonomi daerah melalui investasi, penguatan UMKM, dan industri hijau. Konsolidasi internal Kadin Jabar pun diprioritaskan untuk mendorong efisiensi organisasi dan pelayanan bagi pelaku usaha.
