PANGANDARAN – Goa Panggung, sebuah lubang karang alami di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran, menyimpan kisah mistis yang kental: di sinilah semedi terakhir Embah Jaga Lautan, sosok yang diyakini sebagai anak angkat Nyi Roro Kidul, Ratu Laut Selatan menurut legenda Sunda dan Jawa .
Semedi, Makam, dan Simbol Kesetiaan
Terletak sekitar 100 meter dari pintu timur Pantai Pangandaran, Goa Panggung memiliki makam simbolik yang dinamakan makom Embah Jaga Lautan. Makam ini dibuat oleh tujuh isterinya sebagai bentuk penghormatan, setelah ia hilang selama menjalani semedi panjang – tanpa kembali.
Untuk mencapainya, pengunjung harus menapaki 10 anak tangga batu ke bagian dalam goa, yang ternyata menyerupai panggung alami di atas karang. Inilah asal-usul nama “Goa Panggung”.
Dibimbing Sang Ibu Angkat Ratu Laut
Menurut legenda setempat, Embah Jaga Lautan menerima wangsit dari Nyi Roro Kidul untuk menjaga wilayah laut Jawa Barat dan pantai Nusantara. Makam di dalam goa bukan makam sesungguhnya, melainkan simbol spiritual dari pengorbanan dan tugas suci sang penjaga laut.
Nuansa Mistis dan Spiritualitas
Setelah memasuki goa, pengunjung langsung disambut aroma dupa dan bunga di atas makom – bukti pengabdian pengunjung yang datang berziarah.
Di sebelah makam utama, terdapat goa kecil tempat para peziarah melakukan semedi atau tirakat, bahkan hingga berhari-hari. Juru kunci setempat, Edwar (59), mengungkap ribuan orang berziarah dari Cirebon, Karawang, dan daerah lainnya, baik di siang hari maupun malam Jumat Kliwon.
Goa Estetis di Tengah Alam Pangandaran
Secara fisik, Goa Panggung cukup menawan: ceruk natural setinggi 5 m, lebar 17 m, dan panjang 61 m menjulur hingga bertemu pantai. Jaraknya yang hanya beberapa meter dari laut membuat goa ini terlihat seolah bertemu langsung dengan Samudra Hindia.
Di ujung goa, ada area panggung yang mirip pelataran, lengkap dengan stalaktit di langit-langit – yang juga menjadi sarang burung walet.
Akses Wisata & Rekam Budaya
Goa ini berada di kawasan Cagar Alam Pangandaran. Pengunjung cukup membayar tiket masuk TWA, tanpa biaya tambahan untuk masuk ke goa—hanya tersedia kotak amal khusus � donation bagi yang ingin berbuat. Pemandu lokal seperti Edwar selalu sedia untuk menjaga keamanan dan menjelaskan kisah goa kepada wisatawan.
Warisan Budaya dan Spiritualitas Lokal
Goa Panggung bukan hanya tempat wisata alam, tapi juga kearifan budaya dan spiritualitas lokal. Makam simbolik ini menjadi pengingat nilai kesetiaan, tirakat, dan hubungan mistis antara manusia dan alam – seperti digambarkan dalam legenda Nyi Roro Kidul dan putranya.
