BOGOR – Sebuah aksi membahayakan keselamatan penumpang terjadi di jalur KRL wilayah Bogor. Seorang pria nekat melempar batu ke arah Kereta Rel Listrik (KRL) baru yang sedang beroperasi pada Jumat malam (11/7/2025). Insiden yang terjadi di sekitar lintasan padat penumpang tersebut sempat membuat geger warga sekitar serta penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta.
Lemparan batu tepat menghantam kaca jendela salah satu gerbong dan menyebabkan keretakan cukup parah. Meski tidak ada korban luka maupun jiwa, kejadian ini tetap mengundang keprihatinan dan kecaman karena dinilai sebagai bentuk vandalisme berbahaya yang bisa berujung pada kecelakaan besar.
Pelaku Langsung Dikejar Warga
Warga sekitar yang menyaksikan langsung aksi pelaku tak tinggal diam. Dengan sigap, beberapa orang mengejar pelaku hingga berhasil mengamankannya tak jauh dari lokasi kejadian. Warga kemudian menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian setempat.
“Orangnya langsung lari begitu ketahuan. Untung warga cepat bertindak. Kalau dibiarkan, bisa saja dia ulangi lagi di tempat lain,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Kepolisian: Pelaku Sedang Diperiksa, Motif Masih Didalami
Polisi membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku pelempar batu ke arah KRL. Saat ini pelaku sudah diamankan di kantor Polsek terdekat dan tengah menjalani proses pemeriksaan intensif.
“Pelaku sudah kami amankan. Kami sedang mendalami motif di balik tindakannya dan memeriksa kondisi psikologisnya. Kami juga pastikan proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar seorang petugas kepolisian dari Polsek Bogor, Sabtu (12/7/2025).
Meski identitas pelaku belum dirilis secara lengkap ke publik, pihak berwenang menegaskan bahwa tindakan tersebut jelas melanggar hukum dan mengancam keselamatan transportasi umum.
PT KAI: Vandalisme Terhadap Kereta Api Adalah Kejahatan Serius
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui anak usahanya, KAI Commuter, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Mereka menegaskan bahwa tindakan pelemparan batu, atau bentuk vandalisme lainnya terhadap sarana perkeretaapian, tidak bisa ditoleransi.
“Kami sangat menyesalkan tindakan pelemparan batu ke arah KRL. Ini bukan hanya merusak aset negara, tapi juga membahayakan nyawa penumpang dan petugas di dalam kereta,” kata juru bicara KAI Commuter dalam keterangan tertulis.
Pihak KAI mengaku akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar pelaku diberi hukuman setimpal dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kejadian Serupa Pernah Terjadi
Insiden pelemparan batu terhadap kereta bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, aksi serupa juga tercatat di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Sebagian besar pelakunya melakukan aksi tersebut karena iseng, pengaruh minuman keras, atau emosi sesaat. Namun apa pun alasannya, aksi ini dinilai sangat membahayakan dan tidak bisa dianggap sepele.
“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa. Kita harus punya kesadaran bersama bahwa fasilitas umum itu harus dijaga, bukan dirusak,” ungkap Dini Ratnasari, pemerhati transportasi publik dari Lembaga Transportasi Rakyat.
Imbauan Kepada Masyarakat: Jangan Diam, Laporkan!
Pihak KAI juga menghimbau masyarakat untuk aktif berperan menjaga keamanan dan ketertiban transportasi publik. Jika melihat tindakan mencurigakan atau berpotensi membahayakan, masyarakat diminta untuk segera melapor ke petugas stasiun atau kepolisian setempat.
“Partisipasi publik sangat penting. Kami butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keselamatan perjalanan KRL,” tambah juru bicara KAI Commuter.
Insiden pelemparan batu ke KRL baru di Bogor kembali mengingatkan kita bahwa tanggung jawab atas keselamatan transportasi tidak hanya berada di tangan operator dan pemerintah, tapi juga masyarakat luas. KRL bukan sekadar alat transportasi—ia adalah urat nadi mobilitas harian ribuan orang yang menggantungkan hidupnya pada kereta. Mari jaga bersama.
