Pangandaran, 19 Juli 2025 — Dalam upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib, Polres Pangandaran menggelar pertemuan khusus dengan puluhan pengusaha angkutan barang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pangandaran. Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas langkah konkret dalam menertibkan truk Over Dimension Over Load (ODOL), yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan dan kecelakaan lalu lintas.
Acara tersebut digelar di Aula Mapolres Pangandaran dan dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), serta pemilik dan pengelola armada angkutan dari berbagai perusahaan logistik lokal.
Masalah ODOL yang Kian Mendesak
Truk ODOL adalah kendaraan angkutan barang yang dimodifikasi melebihi kapasitas dan dimensi yang telah ditentukan oleh peraturan pemerintah. Fenomena ini kerap ditemui di jalur-jalur distribusi utama, termasuk di wilayah selatan Jawa Barat seperti Pangandaran.
Menurut data dari Satlantas Polres Pangandaran, dalam kurun satu tahun terakhir, setidaknya 40 persen kecelakaan lalu lintas berat yang terjadi di wilayah ini melibatkan truk bermuatan berlebih. Selain itu, kondisi infrastruktur jalan yang cepat rusak menjadi beban tambahan bagi pemerintah daerah.
Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Rudi Hartono, dalam sambutannya mengatakan, “Kami mengapresiasi keterlibatan para pengusaha angkutan dalam dialog ini. Ini adalah upaya bersama untuk mencari solusi terbaik, bukan semata-mata penindakan. Namun jika peringatan dan sosialisasi tidak diindahkan, kami tak segan memberikan sanksi tegas.”
Respons Pengusaha dan Rencana Penyesuaian
Beberapa pengusaha mengaku kesulitan mengoperasikan kendaraan sesuai standar teknis karena tekanan biaya dan efisiensi pengiriman. Namun, mereka menyatakan siap berkomitmen melakukan penyesuaian secara bertahap jika diberi waktu dan bimbingan teknis.
Eko Santoso, salah satu pemilik perusahaan logistik yang hadir, mengatakan, “Kami menyambut baik forum ini. Penertiban itu penting. Tapi kami juga berharap ada sinergi agar bisnis kami bisa tetap hidup dan tidak terganggu secara drastis.”
Polres Pangandaran berjanji akan mengintensifkan pengawasan di jalan raya namun tetap memberikan ruang edukasi dan adaptasi bagi pelaku usaha.
Peningkatan Pengawasan dan Edukasi
Sebagai bagian dari kebijakan transisi, Dishub Pangandaran akan menggelar kampanye keselamatan berkendara di terminal dan pusat distribusi barang, serta menyediakan layanan konsultasi teknis gratis bagi operator armada untuk menyesuaikan kendaraan sesuai regulasi.
Polres juga akan meningkatkan razia berkala dan pengecekan dimensi kendaraan di titik rawan seperti:
- Jalur Pangandaran–Kalipucang
- Jalur Banjar–Cimerak
- Perbatasan Pangandaran–Ciamis
Langkah ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran ODOL sebelum diberlakukan penegakan hukum penuh secara nasional pada tahun 2026 mendatang, sesuai instruksi Kementerian Perhubungan.
Sinergi Adalah Kunci
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur transportasi. Pemerintah, kepolisian, dan pelaku usaha logistik diharapkan terus membangun sinergi agar penertiban ODOL tidak menjadi polemik, tetapi solusi bersama bagi semua pihak.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tapi bagaimana caranya semua selamat di jalan,” tutup AKP Rudi.
