Cirebon – Aksi balap liar kembali menjadi sorotan setelah Polres Cirebon Kota berhasil menggagalkan rencana aksi yang dilakukan puluhan remaja di Jalur Pantura, Sabtu dini hari, 19 Juli 2025. Dalam razia yang digelar secara mendadak, aparat berhasil mengamankan sebanyak 97 remaja beserta 62 unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk ajang balapan ilegal.
Langkah tegas ini diambil setelah menerima laporan dari masyarakat yang resah akan suara knalpot bising dan aksi ugal-ugalan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Razia Mendadak dan Penutupan Jalur
Menurut keterangan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imam Surya Putra, razia dilakukan melalui patroli gabungan di titik-titik rawan seperti Jl. Brigjen Dharsono, Jl. Perjuangan, dan akses masuk Jalur Pantura Kota Cirebon. Polisi menutup sementara beberapa ruas jalan untuk mencegah para pelaku kabur.
“Para remaja ini berkumpul di beberapa titik dan hendak memulai balap liar saat petugas datang. Kami berhasil mengepung area dan langsung mengamankan mereka,” ungkap Kapolres dalam konferensi pers.
Motor Modifikasi dan Pelajar Terlibat
Dari puluhan sepeda motor yang disita, sebagian besar telah dimodifikasi untuk kecepatan tinggi, seperti penggantian ban kecil, knalpot racing, dan pengurangan komponen standar. Tak hanya itu, sebagian besar pelaku masih berusia belasan tahun, bahkan ditemukan pula pelajar SMP dan SMA.
“Kami sangat prihatin. Banyak dari mereka belum cukup umur untuk mengendarai motor, apalagi terlibat dalam balap liar,” jelas AKBP Imam.
Pembinaan dan Proses Hukum
Seluruh remaja yang diamankan dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Orang tua mereka juga dipanggil dan diminta menandatangani surat pernyataan untuk menjamin anak-anaknya tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sementara itu, kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat akan ditahan dan dapat diambil setelah pemilik melengkapi dokumen dan membayar denda tilang jika terbukti melanggar aturan lalu lintas.
Komitmen Polres Cirebon Kota
Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan razia rutin sebagai bagian dari Operasi KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) demi menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Kami minta peran aktif orang tua dan masyarakat untuk mengawasi anak-anaknya, terutama saat malam hari,” tegas Kapolres.
