Cirebon – Sabtu malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, berubah mencekam. Seorang pria berinisial R (30) mengamuk di rumah mertuanya sendiri, menyebabkan lima orang terluka dan anak-anak di rumah mengalami trauma berat.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat pelaku datang ke rumah mertuanya dalam kondisi marah besar. Menurut warga sekitar, R sempat terlibat cekcok hebat dengan istrinya yang diketahui sedang pisah ranjang. Pertengkaran memanas dan menyulut amarah R hingga menyerang anggota keluarga lainnya.
“Awalnya hanya ribut biasa, tapi tiba-tiba dia banting barang dan pukuli orang-orang yang mencoba melerai,” ujar Siti Rahma (43), saksi mata.
R menggunakan tabung gas 3 kg, kayu, hingga kursi plastik sebagai senjata. Sang mertua menjadi korban utama, disusul oleh dua ipar, istri, dan seorang keponakan kecil.
Polisi Bertindak Cepat
Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polsek Sumber merespons cepat dan menangkap R di halaman belakang rumah. Saat itu, pelaku masih berada dalam kondisi tidak stabil dan melawan saat diamankan.
“Kami sudah amankan pelaku dan masih lakukan pemeriksaan. Dugaan sementara ada faktor gangguan psikologis,” kata Kapolsek Sumber, AKP Andri Firmansyah.
Korban Mengalami Luka Fisik dan Trauma Psikis
Kelima korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Mereka mengalami luka memar, sobek, dan benturan. Namun, yang paling memprihatinkan adalah trauma mendalam pada anak-anak yang menyaksikan insiden mengerikan itu.
“Anak saya sampai takut dengar suara keras, masih syok karena lihat langsung pamannya ngamuk,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Dugaan Gangguan Psikologis
Tetangga sekitar menyebut R memang dikenal pendiam, namun akhir-akhir ini sering meluapkan emosi secara tiba-tiba. Masalah rumah tangga dan tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu utama. Polisi kini berencana melibatkan psikolog forensik dalam proses pemeriksaan.
Imbauan Pemerintah dan Aparat
Pihak Dinas Sosial Kabupaten Cirebon menyatakan siap memberikan pendampingan psikologis, terutama bagi anak-anak korban. Sementara polisi meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga dan tidak ragu untuk segera melapor.
