Purwakarta, 22 Juli 2025 – Gemuruh gendang, dentingan angklung, dan riuh tepuk tangan pengunjung menggema di Alun-Alun Purwakarta akhir pekan ini. Ribuan orang memadati area tersebut untuk menyaksikan Festival Budaya Nusantara, sebuah perhelatan tahunan yang kembali hadir lebih megah, lebih semarak, dan lebih bermakna.
Festival yang mengangkat tema “Ragam Budaya, Satu Indonesia” ini menampilkan berbagai kesenian daerah dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Tari Saman Aceh, Rampak Gendang Jawa Barat, Reog Ponorogo, hingga pertunjukan Cakalele dari Maluku.
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga sarana mempererat persatuan dan mendongkrak sektor pariwisata serta ekonomi lokal.
“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Selain itu, ini menjadi momentum memulihkan gairah ekonomi masyarakat pasca pandemi,” ujar Anne dalam sambutannya.
Ajang Budaya yang Menghidupkan Ekonomi Rakyat
Tak hanya menyuguhkan atraksi seni, festival ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Ratusan stan kuliner, kriya, dan produk kreatif memenuhi kawasan festival, menawarkan produk-produk unggulan khas Purwakarta dan daerah lain di Indonesia.
Menurut data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Purwakarta, lebih dari 25.000 pengunjung memadati lokasi selama tiga hari pelaksanaan, dengan estimasi transaksi UMKM mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.
“Festival seperti ini memiliki efek ganda: memperkenalkan budaya dan membuka peluang ekonomi baru,” kata Suhendar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Purwakarta.
Pariwisata Daerah Kembali Bergeliat
Festival Budaya Nusantara juga membawa dampak positif terhadap hunian hotel, transportasi lokal, dan sektor kuliner. Banyak wisatawan dari Bandung, Jakarta, dan daerah sekitarnya yang datang khusus untuk menikmati kemeriahan acara.
Selain pertunjukan seni, pengunjung juga bisa mengikuti workshop batik, lomba permainan tradisional, dan pameran kerajinan yang semuanya bertujuan mengedukasi sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Menjaga Warisan, Merawat Persatuan
Di tengah arus globalisasi dan gempuran budaya asing, acara seperti Festival Budaya Nusantara menjadi oase yang mengingatkan kembali akan jati diri bangsa. Dengan memadukan hiburan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi, festival ini menjadi contoh sukses bagaimana kebudayaan dapat dikelola secara inklusif dan produktif.
“Ini bukan hanya tentang menari dan menyanyi, tapi bagaimana budaya bisa menginspirasi generasi muda untuk mencintai tanah air dan bangga terhadap warisan leluhur,” ujar Dewi Rahayu, seniman muda asal Purwakarta yang tampil membawakan tarian kontemporer berbasis tradisi Sunda.
Festival yang Tak Sekadar Perayaan
Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah, Festival Budaya Nusantara di Purwakarta membuktikan bahwa pelestarian budaya dan kemajuan ekonomi bisa berjalan seiring. Ini bukan sekadar selebrasi tahunan, melainkan langkah nyata membangun Purwakarta sebagai destinasi budaya unggulan di Jawa Barat.
