Bandung, 24 Juli 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan kebijakan kontroversialnya yang melarang study tour ke luar provinsi dan pelaksanaan wisuda atau perpisahan berbiaya besar di sekolah. Menurutnya, langkah ini diambil demi melindungi masyarakat kurang mampu dan menghindari kecenderungan kegiatan rekreasi abal-abal yang melemahkan fokus pendidikan.
Fokus Utama: Kesetaraan & Dana Orang Tua
Dedi menegaskan bahwa larangan tersebut didasari oleh keinginannya mendorong keadilan:
“Orang miskin tidak bisa ikuti gaya orang kaya. Anak jadi tertekan karena minder,” ujarnya saat menegaskan kebijakan tersebut kepada wartawan di Bandung.
Ia menyoroti bahwa banyak anak dari keluarga kurang mampu merasa terpaksa mengikuti kegiatan mahal, meski tanpa pemahaman bahwa kegiatan semacam itu lebih menyerupai piknik ketimbang pembelajaran formal.
Alasan Keamanan dan Efisiensi Biaya
Selain soal perbedaan sosial, Gubernur Dedi juga menyebut masalah keselamatan siswa sebagai faktor penting. Ia merujuk pada serangkaian insiden kecelakaan rombongan study tour, yang menurutnya cukup sering terjadi belakangan ini. Dengan dasar itu, ia ingin sekolah lebih efisien menggunakan Dana BOS dan berfokus pada pengembangan karakter serta kualitas pendidikan, bukan pada kerumitan logistik dan biaya tinggi.
Protes dan Penolakan Dari Pelaku Pariwisata
Kebijakan ini memantik protes dari para pelaku pariwisata, termasuk sopir bus dan penyedia akomodasi. Mereka menggelar demo di Bandung, meminta agar kebijakan dicabut karena dianggap merugikan ekonomi lokal . Dedi, bagaimanapun, tetap kukuh menolak tekanan tersebut, menegaskan ini demi kesejahteraan siswa dan orang tua.
Perbedaan Sikap Pemerintah Daerah Lain
Menariknya, beberapa daerah di Jabar memiliki pandangan berbeda. Misalnya, Wali Kota Bandung justru memilih memperbolehkan study tour, dengan catatan harus berbasis pendidikan bermakna dan tidak memberatkan orang tua . Hal ini membuka ruang dialog antar daerah soal implementasi kebijakan pendidikan yang fleksibel namun adil.
Tinjauan Ringkas: Apa Artinya bagi Orang Tua dan Sekolah?
| Pihak | Perspektif Utama |
|---|---|
| Dedi Mulyadi | Melindungi anak & keluarga kurang mampu dari biaya kegiatan berlebihan |
| Pelaku Pariwisata | Larangan berdampak negatif pada ekonomi lokal |
| Beberapa Kepala Daerah | Mendukung study tour, dengan syarat edukatif dan tidak mahal |
Kebijakan larangan study tour dan perpisahan berbayar dari Gubernur Dedi Mulyadi membuka debat luas soal keseimbangan antara kemampuan ekonomi, nilai edukasi, dan keselamatan siswa. Meski menuai kritik, kebijakan ini juga mendapat dukungan dari orang tua dan pengamat pendidikan yang melihatnya sebagai solusi untuk mencegah pengeluaran berlebihan dan kesenjangan sosial di sekolah.
