Kotabaru, 25 Juli 2025 – Pada Jumat pagi sekitar pukul 06.55 WITA, gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di daerah tersebut.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Gempa terdeteksi pada titik koordinat 3,28 Lintang Selatan dan 115,83 Bujur Timur, tepatnya berjarak sekitar 33 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Kotabaru. Kedalaman hiposenter gempa diperkirakan sekitar 2 kilometer di bawah permukaan bumi .
Dampak dan Persepsi Masyarakat
Menurut laporan BMKG, gempa ini dirasakan di beberapa wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran gempa terasa oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung di dinding rumah bergoyang. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat peristiwa ini.
Penyebab Gempa: Sesar Aktif
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Kalimantan Selatan. Sesar aktif tersebut merupakan bagian dari sistem patahan yang ada di daerah tersebut dan dapat menyebabkan pergeseran kerak bumi yang menghasilkan gempa bumi. Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Tidak Ada Gempa Susulan
BMKG juga menginformasikan bahwa hingga pukul 13.50 WITA, belum ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi di wilayah Kotabaru. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait kejadian gempa hanya bersumber dari situs resmi BMKG yang disebarkan melalui berbagai kanal media sosial BMKG yang terverifikasi.
Tindakan Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Meskipun gempa ini tidak menyebabkan kerusakan besar, penting bagi masyarakat untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi. Pemerintah daerah dan BMKG terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana dan pentingnya membangun infrastruktur yang tahan gempa. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk memeriksa kondisi bangunan mereka dan memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan.
