Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Agung Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kunci bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan efektivitas layanan publik.
AI Urai Kemacetan Jakarta
Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan telah menerapkan sistem Intelligent Traffic Control System (ITCS) di beberapa titik persimpangan lalu lintas. Sistem ini mengatur lampu lalu lintas secara adaptif dengan memanfaatkan data real-time kendaraan dan antrean. Meski baru digunakan di 65 dari 321 persimpangan, hasilnya cukup signifikan: ranking Jakarta dalam TomTom Traffic Index melonjak dari peringkat ke-30 ke peringkat ke-90 dari total 386 kota termacet di dunia. Peningkatan 60 peringkat ini disebut Pramono sebagai dampak langsung adopsi AI, bukan semata karena proyek transportasi besar seperti Transjabodetabek.
Pramono menyebut hasil pengamatan langsung atas sistem ITCS cukup memuaskan, meski sejumlah kekurangan masih perlu dituntaskan. Ia juga menginstruksikan pemasangan kamera CCTV tambahan di persimpangan yang belum terintegrasi AI.
AI di Layanan Publik dan Birokrasi
Tak hanya di sektor transportasi, AI telah diterapkan di lingkungan birokrasi Balai Kota Jakarta. Salah satunya adalah sistem AI Face Generator untuk akses gedung antar unit, yang dibuat untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi proses administratif.
Pramono memandang AI bisa memberikan dampak besar dalam mempercepat layanan publik, memperbaiki perencanaan kota, memperkuat pengelolaan data warga, serta meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Ia juga meminta jajaran birokrasi untuk mengoptimalkan AI dalam tugas-tugas berulang seperti verifikasi data KTP, KJP, KJMU, maupun pelayanan digital lainnya seperti JAKI dan Jakarta One.
Sudut Pandang Pramono: Teknologi untuk Semua
Gubernur menekankan bahwa tantangan bukan sekadar membangun sistem AI, melainkan memastikan teknologi itu mudah diakses, inklusif, terjangkau, dan berdampak nyata bagi publik. Ia mewanti-wanti agar manfaat AI bisa dirasakan langsung oleh warga, bukan hanya sebagai simbol kota modern yang canggih.
Dengan masukan dari Kepala Dishub DKI dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemprov Jakarta tengah melakukan tahap perencanaan untuk memperluas deployment AI dan CCTV sebagai upaya optimalisasi sistem manajemen kota secara keseluruhan.
Artikel ini disusun berdasar informasi dari ANTARA News, Liputan6.com, Tirto.id, dan DetikNews. Semua pernyataan telah diverifikasi dan disajikan secara berimbang, menerapkan asas independensi dan verifikasi fakta sesuai Kode Etik Jurnalistik Indonesia.
Dengan memperluas penerapan AI, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjadikan kota ini lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan publik. Baik dari sisi mobilitas warga maupun layanan administrasi—nilai tambah teknologi AI mulai terasa nyata. Langkah selanjutnya adalah memperluas jangkauan sistem demi menghadirkan Jakarta yang semakin canggih dan inklusif.
