HarianJabar.com – Perjalanan mendaki Gunung Slamet berakhir duka bagi seorang pendaki asal Jawa Barat bernama Yuswandi (29). Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak dua hari terakhir.
Yuswandi berangkat mendaki Gunung Slamet bersama rombongan kecilnya pada pertengahan Juli 2025 lalu melalui jalur Bambangan, Purbalingga. Namun, saat perjalanan turun dari puncak, ia dilaporkan terpisah dari rombongan dan tidak bisa dihubungi.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan segera melakukan pencarian intensif selama lebih dari 24 jam. Pada Minggu (27/7), tubuh Yuswandi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar Pos 4 jalur pendakian.
“Korban ditemukan dalam kondisi masih lengkap dengan perlengkapan mendaki, tidak jauh dari jalur utama. Diduga mengalami kelelahan ekstrem dan hipotermia,” ujar Kepala Pos SAR Banyumas.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan curam dan cuaca yang buruk di area Gunung Slamet. Jenazah Yuswandi akhirnya berhasil diturunkan ke basecamp dan langsung dibawa ke rumah duka di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kabar duka ini mengundang simpati dan kesedihan di kalangan komunitas pendaki. Banyak netizen turut mengungkapkan bela sungkawa di media sosial.
Sahabat dekatnya menyebut Yuswandi sebagai sosok pendaki berpengalaman dan pecinta alam sejati. Ia juga aktif dalam kegiatan relawan dan sosial lingkungan.
“Dia pergi saat melakukan hal yang paling ia cintai,” ujar Rini, sahabat satu komunitasnya.
