Subang, HarianJabar.com — Pekan ini, wilayah Purwasuka diguncang kabar duka. Seorang warga Subang dilaporkan meninggal dunia akibat sengatan tawon vespa atau Vespa affinis, salah satu spesies tawon paling agresif di Asia Tenggara.
Korban diketahui bernama Warno (55), warga Kampung Margaluyu, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Menurut keterangan keluarga, Warno berniat membersihkan sarang tawon yang menempel di atap rumah tetangganya pada Jumat (25/7/2025), tanpa menggunakan alat pelindung apa pun.
Namun nahas, saat sarang disentuh, ratusan tawon langsung menyerang tubuhnya. Warno sempat berteriak dan terjatuh dari ketinggian. Ia dibawa ke RSUD Pamanukan dalam kondisi kritis dan mengalami syok anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat akibat racun sengatan.Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.
“Kami tidak menyangka, padahal maksudnya hanya membantu warga,” ucap Andi, kerabat korban, dengan mata berkaca-kaca.
Pihak BPBD Subang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan evakuasi sarang tawon sendirian.
“Tawon vespa sangat berbahaya, terutama jika menyerang dalam jumlah banyak. Segera hubungi petugas agar ditangani secara profesional,” ujar Kepala BPBD Subang.
Kasus ini bukan yang pertama terjadi di wilayah Jawa Barat. Kejadian serupa juga sempat terjadi di Karawang dan Purwakarta tahun lalu, menandakan bahwa keberadaan tawon vespa harus menjadi perhatian serius, khususnya saat musim kemarau di mana mereka lebih aktif bersarang di area pemukiman.
