Singapura — Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, berhasil meraih gelar juara pada turnamen bulu tangkis Singapore Open 2025 kategori BWF Super 500. Kemenangan ini menjadi catatan penting setelah beberapa bulan terakhir keduanya mengalami penurunan performa dan kerap terhenti di babak awal turnamen besar.
Dalam partai final yang digelar Minggu (27/7), Fajar/Rian tampil solid saat menghadapi pasangan Malaysia. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-15, menunjukkan permainan yang kembali tajam dan percaya diri.
“Kemenangan ini penting bagi kami, bukan hanya soal gelar, tapi juga soal mengembalikan kepercayaan diri untuk menghadapi turnamen besar ke depan,” ujar Rian dalam sesi konferensi pers usai laga.
Catatan Penting Meski Raih Gelar
Meski kemenangan ini disambut positif, sejumlah pengamat bulu tangkis menilai bahwa tantangan Fajar/Rian belum selesai. Pasangan unggulan dari China dan Jepang yang biasanya menjadi rival berat tidak hadir dalam turnamen ini. Oleh karena itu, performa mereka masih perlu diuji lebih jauh di level Super 750 atau Super 1000.
Pakar bulu tangkis nasional, Arya Maulana, menilai kemenangan ini bisa menjadi momentum psikologis yang baik. “Tapi konsistensi tetap menjadi PR. Kita berharap mereka bisa mempertahankan performa di kejuaraan dunia atau Asian Games,” katanya.
PBSI Apresiasi, Tapi Ingatkan Konsistensi
PBSI menyambut baik hasil yang diraih Fajar/Rian. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, menyebut gelar ini adalah hasil dari proses pembenahan yang dijalani pasangan tersebut sejak awal tahun.
“Ini kabar baik bagi sektor ganda putra. Tapi kami tidak ingin cepat puas. Fokus berikutnya adalah menjaga kondisi dan performa untuk menghadapi turnamen-turnamen besar selanjutnya,” ujarnya.
Dengan kemenangan ini, Fajar/Rian membuktikan bahwa mereka belum habis. Namun di tengah persainga
