Jakarta, Harianjabar.com — Media sosial kembali dihebohkan dengan sajian kuliner ekstrem. Kali ini, menu yang bikin banyak netizen merinding adalah salad kodok utuh yang disajikan lengkap dengan bentuk tubuh aslinya. Video pendek yang memperlihatkan penyajian salad kodok tersebut viral dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, hingga X (dulu Twitter).
Dalam video yang beredar, terlihat seekor kodok berukuran sedang disiram saus salad dan disajikan di atas piring dengan sayuran segar. Warganet langsung bereaksi keras. Banyak yang mengaku kehilangan selera makan, meski ada juga yang penasaran dan menyebutnya sebagai bagian dari keberagaman kuliner global.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Salah satu netizen menulis, “Ini makanan atau uji nyali? Gak sanggup nontonnya sampai habis.”
Ada pula yang menambahkan, “Kalau daging kodok sih sudah biasa di beberapa daerah, tapi bentuk penyajiannya ini yang bikin mual.”
Makanan ekstrem seperti ini memang bukan hal baru di dunia kuliner. Di beberapa negara Asia seperti Thailand, Kamboja, hingga Vietnam, kodok dijadikan bahan makanan yang umum, baik digoreng, dibakar, maupun dimasak dalam sup. Namun, penyajian secara utuh tanpa diolah terlebih dahulu tampaknya belum bisa diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia.
Menanggapi viralnya video ini, seorang pakar gizi dari Jakarta, dr. Liana Hartanto, mengatakan bahwa meski kodok bisa dikonsumsi jika dimasak dengan benar, penyajian mentah atau setengah matang bisa berbahaya.
“Jika tidak melalui proses memasak yang tepat, ada risiko parasit atau bakteri yang bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti asal restoran atau negara tempat video tersebut direkam. Namun yang jelas, fenomena ini kembali mengangkat perdebatan tentang batas antara kuliner eksotis dan penyimpangan selera makan.
