Sukabumi, HarianJabar.com 2 Agustus 2025 — Seorang lansia berusia sekitar 70 tahun meninggal dunia secara tragis setelah tertabrak Kereta Api Pangrango di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu pagi. Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban berjalan seorang diri di sisi rel dan diduga tidak menyadari datangnya kereta dari arah Bogor menuju Sukabumi.
Kejadian tersebut sontak mengejutkan warga sekitar yang menyaksikan detik-detik insiden. Petugas PT KAI bersama aparat kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.

Korban Diduga Alami Gangguan Pendengaran
Menurut keterangan warga dan keluarga, korban diketahui sudah lanjut usia dan memiliki gangguan pendengaran. Ia kerap berjalan kaki di sekitar rel yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
“Korban memang sering jalan-jalan pagi dekat rel. Tapi biasanya aman, mungkin kali ini tidak dengar ada kereta datang,” ujar salah satu warga sekitar.
KA Pangrango Tak Bisa Dihentikan Mendadak
Manajemen PT KAI Daop 1 Jakarta menyatakan bahwa masinis KA Pangrango sudah membunyikan klakson jarak jauh, namun korban tetap berada di lintasan. Mengingat kecepatan dan berat rangkaian, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak.
“Kami turut berduka. PT KAI mengimbau masyarakat agar tidak berjalan di dekat rel demi keselamatan,” ujar humas PT KAI.
Keselamatan Jalur Rel Masih Jadi Masalah
Peristiwa ini kembali menyoroti rendahnya kesadaran keselamatan warga di sekitar jalur kereta api, terutama lintasan terbuka tanpa pagar pengaman. PT KAI dan pemerintah daerah diharapkan lebih aktif melakukan edukasi dan membangun infrastruktur pengaman.
