Pati, HarianJabar.com – Sebanyak 22 orang peserta aksi unjuk rasa diamankan oleh pihak kepolisian saat berlangsungnya demonstrasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (13/8). Penangkapan dilakukan karena massa aksi dinilai mengganggu ketertiban umum dan tidak mengantongi izin resmi untuk melakukan demonstrasi.
Kapolres Pati, AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo, dalam keterangannya kepada media menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah eskalasi kericuhan.
“Mereka kita amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tidak ada kekerasan, semuanya kita perlakukan secara humanis,” ujar Wahyu.
Menurut informasi yang dihimpun Harian Jabar, aksi demonstrasi ini berkaitan dengan penolakan sebagian warga terhadap proyek pembangunan yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. Massa menilai proyek itu berdampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Unjuk rasa yang dimulai sejak pagi itu awalnya berlangsung damai. Namun, ketegangan mulai meningkat saat massa mencoba memblokade akses jalan menuju lokasi proyek. Aparat kepolisian kemudian mengambil tindakan untuk membubarkan massa dan mengamankan para penggerak aksi.

Setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di Mapolres Pati, ke-22 orang tersebut akhirnya dipulangkan pada malam harinya. Polisi menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam aksi mereka, sehingga tidak ada proses hukum lanjutan.
“Setelah kita lakukan klarifikasi, mereka mengakui tujuannya hanya untuk menyampaikan aspirasi. Tidak ditemukan adanya provokasi kekerasan atau pelanggaran hukum berat,” tambah Kapolres.
Dipulangkan Usai Pemeriksaan
Sementara itu, sejumlah organisasi sipil dan aktivis menyayangkan penangkapan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi.
“Kami mendesak agar aparat lebih mengedepankan pendekatan dialogis, bukan represif,” kata Nurul Azizah, salah satu aktivis dari Koalisi Masyarakat Pati Menggugat.
Suasana Kembali Kondusif
Hingga Kamis pagi, situasi di Pati dilaporkan kembali kondusif. Petugas gabungan TNI-Polri masih berjaga di sekitar lokasi proyek untuk mengantisipasi potensi unjuk rasa susulan.
Pemerintah daerah Pati sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini maupun tuntutan warga terhadap proyek yang dipermasalahkan
