PATI, HarianJabar.com – Kericuhan aksi demonstrasi menuntut Bupati Sudewo mundur pada Rabu (13/8/2025) di Alun-alun Pati memakan korban dari pihak kepolisian. Salah satunya adalah Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo, yang mengalami luka serius di bagian kepala setelah dipukuli massa yang melempari petugas dengan batu dan benda tumpul.

Kondisi Medis
- Iptu Heru dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati dan langsung memperoleh penanganan intensif, termasuk jahitan di kepala.
- Sesuai keterangan Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus, kondisi Heru sudah sadar namun masih merasa pusing akibat benturan kepala. Pemeriksaan CT scan sedang dilakukan.
- Dari total tujuh yang dirawat intensif, termasuk rekan polisi, Heru menjadi satu-satunya petugas yang masih menjalani rawat inap.
Kronologi Singkat
Demonstrasi yang diikuti sekitar 85.000–100.000 massa itu awalnya dimulai damai untuk menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250%. Namun ketegangan melonjak saat massa menuntut agar Bupati Sudewo menemui mereka, hingga akhirnya terjadi kericuhan dengan aksi lempar batu, botol, bahkan pembakaran mobil patroli polisi.
Dampak Kericuhan
- Total 34 orang terluka, termasuk tujuh anggota polisi.
- Sejumlah 11 orang diamankan sebagai provokator.
- Kendaraan dinas polisi juga dibakar oleh massa yang berkepentingan menciptakan situasi anarkis
Tindakan Kepolisian
Polda Jateng dan Polres Pati segera melakukan penyisiran untuk memastikan situasi aman. Kabid Humas Polda, Kombes Artanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kericuhan tersebut.
Kondisi Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo saat ini menunjukkan respons signifikan aparat kepolisian terhadap risiko keselamatan petugas saat meredam aksi massa. Perawatan medis terus dilakukan, termasuk CT scan guna evaluasi trauma kepala. Aksi seperti ini menjadi pengingat pentingnya pendekatan persuasif dalam mengelola unjuk rasa agar tidak memakan korban lebih lanjut—baik di pihak aparat maupun masyarakat.
