Bandung, HarianJabar.com 28 Agustus 2025 – Trotoar di sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda, kawasan Dago, Kota Bandung, yang dikenal sebagai salah satu area favorit untuk pejalan kaki dan wisatawan, kini dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, aroma pesing yang menyengat tercium di beberapa titik trotoar, terutama di bawah jembatan penyeberangan dan sudut-sudut yang agak tersembunyi.
Sejumlah pejalan kaki yang melintas mengaku terganggu dengan bau tidak sedap tersebut. Salah satunya, Anisa (27), warga Dago Atas, yang setiap pagi berjalan kaki ke tempat kerjanya di Jalan Merdeka.

“Trotoarnya sudah bagus, lebar, dan nyaman. Tapi jadi enggak enak dipakai jalan karena bau pesing. Rasanya jijik, apalagi kalau pas habis hujan, baunya makin menyengat,” keluhnya saat ditemui Kamis (28/8).
Kondisi ini dinilai ironis mengingat kawasan Dago merupakan salah satu ikon wisata kota dan sering dikampanyekan sebagai area ramah pejalan kaki. Renovasi trotoar yang dilakukan beberapa tahun lalu justru belum diiringi dengan pengelolaan kebersihan yang optimal.
Menurut pantauan di lapangan, bau pesing paling terasa di dekat area halte dan taman kecil di perempatan Dago – Cikapayang. Beberapa sudut trotoar tampak menguning dan lembap, indikasi kuat adanya aktivitas buang air kecil sembarangan.
Kurangnya Fasilitas Umum dan Edukasi
Pakar tata kota dari Universitas Parahyangan, Irwan Aditya, menilai bahwa persoalan ini mencerminkan kurangnya penyediaan fasilitas toilet umum di ruang terbuka.
“Kalau kota ingin mendorong masyarakat lebih banyak berjalan kaki, maka fasilitas dasar seperti toilet umum harus tersedia dengan layak. Kalau tidak, masyarakat akan mencari jalan pintas, seperti buang air di sembarang tempat,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung sendiri sebelumnya telah berencana menambah jumlah toilet umum di kawasan wisata, namun realisasinya dinilai lambat. Di kawasan Dago, toilet umum yang bisa diakses publik hanya ada di area-area tertentu, dan sebagian terkunci atau tidak terawat.
Langkah Pemerintah dan Harapan Warga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Rina Wulandari, saat dimintai tanggapan, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait bau pesing di trotoar Dago.
“Kami sedang koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan patroli rutin, sekaligus mempertimbangkan pemasangan rambu larangan kencing sembarangan dan kamera pengawas di titik rawan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan akan meningkatkan frekuensi penyemprotan disinfektan dan pembersihan trotoar secara berkala.
Warga berharap agar tindakan nyata segera dilakukan agar citra Dago sebagai kawasan ramah pejalan kaki tidak rusak oleh persoalan kebersihan.
“Jangan cuma proyek fisik yang digalakkan. Perawatannya juga penting. Kalau trotoarnya bagus tapi bau pesing, sama aja bohong,” tambah Anisa.
