Bandung, HarianJabar.com 4 September 2025 — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hari ini saat Menteri Hukum dan HAM, Yudha Prasetyo, datang secara langsung menengok para korban kericuhan yang belum lama ini mengalami luka fisik dan trauma mendalam.
Dengan langkah mantap dan wajah penuh perhatian, Menteri Yudha berbincang satu per satu dengan para pasien dan tenaga medis. Ia berjanji bahwa semua biaya pengobatan dan pemulihan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh negara — sebuah komitmen yang menjadi angin segar bagi keluarga yang selama ini menanggung beban berat.

“Negara hadir bukan hanya untuk memberi perlindungan hukum, tapi juga untuk merawat luka dan membangun kembali kehidupan mereka yang terdampak,” ujarnya dengan suara penuh empati.
Tidak hanya itu, Menteri HAM menegaskan akan menggerakkan seluruh sumber daya dan koordinasi antar lembaga guna memberikan dukungan medis, psikologis, dan sosial yang menyeluruh.
Para korban, yang sebagian masih bergelut dengan rasa sakit dan ketakutan, tampak sedikit terhibur dengan perhatian khusus dari pejabat tinggi negara itu. Tenaga medis di RSHS pun menyambut positif kunjungan ini sebagai motivasi tambahan untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
Kisah di Balik Luka
Di balik angka dan laporan resmi, ada kisah manusia yang menyayat hati. Seorang ibu muda yang terluka di bagian tangan menatap Menteri Yudha dengan mata haru, berharap suatu hari bisa kembali menggendong bayinya tanpa rasa takut.
“Saya merasa didengar dan tidak sendirian,” katanya pelan.
Harapan yang Menyala
Kunjungan Menteri HAM ini menjadi simbol bahwa bangsa ini tak akan membiarkan warganya terjatuh sendirian. Di tengah ketidakpastian, negara hadir untuk merangkul dan menguatkan.
