Bandung, HarianJabar.com 4 September 2025 – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menyampaikan maklumat terbuka sebagai bentuk respons terhadap dinamika sosial-politik dan ekonomi yang tengah melanda Indonesia. Bertempat di Aula Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, maklumat tersebut dibacakan langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. Rina Indiastuti, M.SIE, disaksikan jajaran pimpinan universitas, akademisi, dan perwakilan mahasiswa.
Maklumat ini muncul sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual Unpad sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan demokrasi.

“Sebagai perguruan tinggi yang berpijak pada integritas ilmiah dan semangat kebangsaan, kami merasa perlu menyuarakan pandangan terhadap situasi nasional yang kami nilai sudah berada pada titik kritis,” ujar Prof. Rina dalam sambutannya.
Isi Maklumat: Tegaskan Prinsip Demokrasi & Keadilan Sosial
Dalam maklumat yang dibacakan, terdapat lima poin utama yang disoroti:
- Menjaga Demokrasi dan Konstitusi: Unpad menyerukan semua pihak, terutama penyelenggara negara, untuk menghormati prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum.
- Keprihatinan terhadap Kesenjangan Sosial: Universitas menyoroti meningkatnya ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, dan kesehatan, yang dinilai memperburuk kualitas hidup masyarakat bawah.
- Penguatan Peran Akademisi: Maklumat menegaskan pentingnya peran kampus sebagai penjaga moral bangsa dan pusat kajian ilmiah yang independen dari kepentingan politik praktis.
- Desakan atas Transparansi Kebijakan Publik: Pemerintah diminta untuk lebih terbuka dan akuntabel dalam mengambil keputusan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
- Panggilan Moral untuk Generasi Muda: Unpad mendorong mahasiswa dan pemuda Indonesia agar aktif dalam ruang-ruang publik dengan cara yang santun, kritis, dan solutif.
Dukungan dan Tanggapan Masyarakat Akademik
Maklumat ini langsung mendapat dukungan dari berbagai fakultas dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unpad. Ketua BEM Kema Unpad, Andi Permana, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk keberanian moral kampus di tengah dinamika yang tak menentu.
“Ini bukan hanya suara dari rektorat, tapi suara hati nurani kampus. Kami, mahasiswa, berdiri bersama dalam sikap ini,” ujarnya.
Respons Publik dan Langkah Lanjutan
Tak lama setelah maklumat dirilis, tagar #MaklumatUnpad dan #SuaraKampus ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyambut positif langkah Unpad yang dianggap menjadi contoh bagi kampus-kampus lain untuk turut bersuara dalam menyikapi kondisi bangsa.
Pihak universitas menyatakan bahwa setelah maklumat ini, mereka akan menggelar diskusi publik dan forum terbuka antarperguruan tinggi untuk memperkuat sinergi akademisi dalam menjaga arah perjalanan bangsa.
