Karawang, HarianJabar.com – Warga nelayan digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria yang mengambang di perairan laut lepas Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu pagi (7/9). Penemuan tersebut dilaporkan oleh nelayan setempat sekitar pukul 06.30 WIB, sekitar 5 mil dari bibir pantai Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes.
Tim gabungan dari Polairud Polres Karawang, BASARNAS, dan TNI AL segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari warga. Jasad korban kemudian berhasil dibawa ke daratan untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut di RSUD Karawang.

“Kami menerima laporan dari nelayan bahwa ada tubuh mengambang di laut. Setelah dievakuasi, korban berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Tidak ditemukan identitas di tubuh korban,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, dalam keterangannya kepada awak media.
Ciri-ciri dan Dugaan Sementara
Korban ditemukan mengenakan kaus abu-abu dan celana jeans panjang. Kondisi tubuh korban disebut sudah dalam keadaan membengkak, yang mengindikasikan korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
“Belum bisa dipastikan penyebab kematian. Saat ini masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik,” tambah Kapolres.
Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polres Karawang atau rumah sakit tempat jasad disimpan sementara.
Masih Dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah korban merupakan korban kecelakaan laut, tindak kriminal, atau peristiwa lain. Garis besar penyelidikan masih terbuka, dan aparat akan menelusuri kemungkinan laporan orang hilang yang sesuai dengan deskripsi korban.
“Kami akan mencocokkan dengan data orang hilang beberapa hari terakhir. Semua kemungkinan kami buka, termasuk melakukan pencocokan sidik jari dan forensik gigi jika memungkinkan,” ujar penyidik dari Satuan Reserse Kriminal.
Warga Diminta Tidak Menyebarkan Spekulasi
Pemerintah desa setempat mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi mengenai korban, demi menghormati privasi dan etika kemanusiaan. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat melaut dan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di perairan.
