Pangandaran, HarianJabar.com – Peredaran tiket wisata palsu di kawasan wisata Pangandaran kian meresahkan. Praktik ilegal ini dinilai merugikan wisatawan sekaligus mengancam pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Ketua DPRD Pangandaran, Jalaludin, angkat bicara terkait maraknya kasus tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian bersama Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) untuk turun tangan menindak para pelaku.

“Peredaran tiket palsu jelas merugikan daerah. Aparat harus bergerak cepat agar praktik ini tidak semakin meluas. Satgas Saber Pungli juga perlu dilibatkan untuk memastikan penindakan berjalan efektif,” tegas Jalaludin, Rabu (10/9/2025).
Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan di pintu masuk wisata dan memperketat sistem distribusi tiket. Dengan begitu, peluang oknum melakukan pemalsuan tiket dapat ditekan.
Kasus tiket palsu di Pangandaran bukan hal baru. Beberapa wisatawan sebelumnya melaporkan telah membeli tiket dari oknum tidak resmi dengan harga yang lebih murah, namun tidak diakui saat masuk ke kawasan wisata. Kondisi ini membuat kerugian tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga wisatawan yang tertipu.
Masyarakat pun diimbau membeli tiket di loket resmi atau melalui kanal pembayaran digital yang telah ditunjuk pemerintah daerah untuk menghindari penipuan.
